Tugujatim.id – Rasa haru dan syukur mendalam disampaikan oleh keluarga besar almarhumah Fitriana Nur Annisa, atas segala bentuk perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Metro TV, tempat di mana almarhumah mengabdi sebelum wafat.
Jurnalis Metro TV Fitriana Nur Annisa, wafat pada 11 Juli 2025 setelah dirawat selama 6 hari di Rumah Sakit Fatmawati akibat komplikasi dari penyakit autoimun. Dalam kondisi lemah di rumah sakit, gadis kelahiran 7 Januari 2002 itu tidak hanya ditemani keluarga, tapi juga didampingi langsung oleh Aries Fadhilah, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV dan staf, yang dengan penuh empati menemani hingga saat-saat terakhir.
Setelah kepergian almarhumah, jenazahnya dibawa pulang ke kampung halaman di Pati, Jawa Tengah.
Di rumah duka proses pengantaran jenazah ke liang lahat didampingi oleh Bang Udin, kontributor Metro TV wilayah Pati, yang setia mengiringi. Kehadirannya menjadi penguat keluarga dalam melepas kepergian putri tercinta.

Bentuk kepedulian Metro TV tidak berhenti di situ. Selama 7 hari berturut-turut, foto almarhumah terpajang di newsroom Metro TV sebagai penghormatan bagi dedikasi, semangat dan ketulusan yang pernah diberikan. Doa bersama juga dilangsungkan dua kali yakni di Masjid Metro TV, dalam suasana hening dan khidmat, seluruh redaksi dan karyawan mendoakan kepergian Fitriana.
Di dalam ruang redaksi (newsroom), rekan-rekan kerjanya berkumpul dalam refleksi dan doa bersama, mengenang semangat muda yang baru saja direnggut takdir.
BACA JUGA: Selamat Jalan Jurnalis Metro TV Fitriana Nur Annisa, Talenta Muda Pemberi Inspirasi Banyak Orang
Yang membuat keluarga semakin terharu adalah kehadiran langsung Pemimpin Redaksi Metro TV di rumah duka di Pati, untuk menyampaikan belasungkawa secara pribadi. Dengan tutur lembut dan mata berkaca-kaca, beliau menyampaikan bahwa kehadiran Fitriana, walau singkat, telah memberi makna dan kesan yang mendalam bagi keluarga besar Metro TV.
“Ini bukan sekadar hubungan kerja. Fitriana adalah bagian dari keluarga kami. Dia anak muda yang santun, cerdas, dan tulus. Kami semua merasa kehilangan,” ujar beliau di hadapan keluarga dan para pelayat.
Sebagai paman almarhumah, Mulyono mewakili keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang dalam atas segala perhatian tersebut:
“Kepedulian yang ditunjukkan Metro TV dari awal hingga akhir bukan hanya menyentuh hati kami sebagai keluarga, tapi juga menjadi contoh nyata bagaimana sebuah institusi dapat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bahkan di atas profesionalitas,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pemimpin Redaksi Metro TV Takziah ke Rumah Duka Fitriana Nur Annisa
Kisah Fitriana mengajarkan bahwa hidup yang singkat bisa bermakna besar ketika dijalani dengan ketulusan. Dan apa yang dilakukan Metro TV mengajarkan bahwa dalam dunia kerja, rasa empati dan kemanusiaan masih bisa menjadi pijakan utama.
Semoga teladan ini menginspirasi banyak pihak. Dan semoga almarhumah Fitriana Nur Annisa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko








