• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Patjar Merah Surabaya. (Foto: dok. Barid for Tugu Jatim)

Salah satu aksi panggung dari Mr. Day yang turut memeriahkan acara pameran buku Patjar Merah Surabaya pada Selasa (01/11/2022). (Foto: dok. Barid for Tugu Jatim)

Hari Keempat, Panggung Pameran Patjar Merah Surabaya Disulap Jadi Pertunjukan Puisi hingga Performance Art

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Acara pameran buku Patjar Merah Surabaya telah memasuki hari keempat pada Selasa (01/11/2022). Tentu saja, festival literasi ini masih tetap membuka pasar buku dari pagi sampai malam, tepatnya sejak pukul 10.00-22.00. Istimewanya, panggung pameran ini disulap jadi pertunjukan puisi hingga performance art. Seperti apa keseruannya?

Patjar Merah Surabaya kali ini menyediakan ratusan judul buku dari berbagai penerbit dengan harga diskon. Selain bazar, ada pula acara-acara lain di dalamnya.

You might also like

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM
Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

11/04/2026 3:25 AM

Bahkan, Patjar Merah Surabaya kedatangan teman-teman komunitas literasi sekitar. Mulai dari Undisputed Poetry, Kupu Tarung, sampai Malam Puisi Sidoarjo. Semuanya berkumpul di Xperia Collaborative Space (AJBS) Jalan Ratna, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Di dalam pasar buku ini, komunitas-komunitas tersebut memberikan kesempatan bagi tiap orang untuk membacakan puisi karya sendiri hingga performance art lewat program bernama Panggung Suro Srawung Boyo. Setidaknya, ada sembilan komunitas yang hadir pada malam itu.

Arek Institute menjadi pelaku seni pertama di panggung utama Patjar Merah Surabaya ini. Mereka mencoba menggambarkan puisi 11 Tubuh Dalam Kamar Surabaya yang terdapat dalam buku Tubuh Mati Menyantap Dirinya Sendiri lewat gerak dan olah tubuh. Cukup dengan bermodalkan sarung, Arek Institute menyulap seisi ruangan Xperia menjadi hening dan fokus.

“Saya melihat puisi itu seperti representasi perjalanan saya selama empat tahun di Surabaya, yaitu sebagai manusia yang terus mencari perkembangan dan perubahan zaman. Karena itu, isunya pun tidak jauh-jauh dengan surealisme,” ujar Adnan Guntur, alumnus fakultas ilmu budaya di salah satu perguruan tinggi di Surabaya.

Patjar Merah Surabaya. (Foto: dok. Barid for Tugu Jatim)
Suasana kemeriahan acara Patjar Merah Surabaya saat pemberian merchandise kepada pengunjung pada Selasa (01/11/2022). (Foto: dok. Barid for Tugu Jatim)

Tak mau kalah unjuk gigi, komunitas Mr. Day membakar semangat para pengunjung pameran. Dengan menyanyikan lagunya sendiri yang diimbangi dengan karangan puisi, perwakilan Mr. Day yang terdiri tiga orang tersebut menyampaikan pesan-pesan dari isu sosial dengan sangat menarik dan menghibur.

“Ini merupakan lagu sendiri. Judulnya Kidung Tak Bertua. Menariknya, saat melantunkan puisi di atas panggung, semuanya spontan. Nggak tertulis dan tidak dipikirkan sebelumnya,” terangnya.

Selain Arek Institute dan Mr. Day; Undisputed Poetry, FS3LP, Malam Puisi Sidoarjo, Kupu Tarung, komunitas serta peserta lainnya turut menyumbang karya. Setidaknya, seluruh aksi panggung itu berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

Untuk diketahui, pameran buku Patjar Merah Surabaya masih akan berlangsung hingga Minggu (06/11/2022). Untuk Rabu (02/11/2022), akan ada program cangkrukan buku dengan tema “Jembatan Tak Kembali” di panggung utama serta pemutaran sinema dari teater boneka Papermoon yang diletakkan di auditorium IFI Surabaya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniKota Surabaya hari iniPameran buku Patjar MerahPameran buku Patjar Merah SurabayaPatjar MerahPatjar Merah Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Perjalanan Menuju Pertaubatan

Perjalanan Menuju Pertaubatan

by Dwi Linda
22/02/2026 11:43 AM
0

Oleh: Muhammad Mufid, Cerpenis Difabel di Malang Tugujatim.id - Malam sudah larut dan jalanan Kota Jakarta tampak lengang. Lampu-lampu jalan...

Next Post
ODGJ ngamuk. (Foto: dok. warga/Tugu Jatim)

Diduga Pria ODGJ Ngamuk Tusuk 2 Warga Lumbang Pasuruan, Satu Korban Tewas, Satu Kritis

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID