MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pelaksanaan pesta demokrasi yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tinggal hitungan bulan lagi. Ajang pertarungan politik ini pastinya menyedot perhatian berbagai elemen masyarakat, tidak terkecuali organisasi kepemudaan seperti Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Mojokerto.
Ketua PC IPNU Kabupaten Mojokerto, Ahmad Althaf ‘Athooillah mengatakan bahwa IPNU sebagai organisasi berbasis pelajar netral atas segala kepentingan politik. Hal ini berarti keputusan untuk tidak mendukung salah satu partai politik peserta Pemilu, termasuk tidak menunjukkan dukungan langsung kepada calon legislatif tertentu.
“Tahun politik sudah semakin dekat. Maka sikap tidak memihak kepada parpol tertentu harus kami jaga. Intinya menjunjung tinggi netralitas. Hal itu juga untuk menjaga marwah organisasi,” tandas Althaf kepada Tugu Jatim, pada Minggu (8/10/2023).
Sikap ini, menurut Althaf, adalah pilihan sikap paling ideal yang mesti ditempuh. Meski terdapat sudut pandang hukum otoritas politik (fiqh siyasah) bahwa seorang santri juga harus mempunyai andil dalam perjuangan politik. “Seperti dawuh-dawuh kiai kami, ulama yang kami taati, bahwa secara (fiqh) siyasah, santri harus berperan dalam dunia politik. Intinya tampil ke publik,” beber Althaf.
Maka, kata dia, pilihan pribadi tentang politik tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan organisasi, termasuk memaksa pilihan pribadi kepada anggota organisasi lainnya. “Kalau soal pilihan pribadi itu kami serahkan kepada yang bersangkutan, tapi jangan memaksakan kepada anggota-anggota lain, karena pasti setiap orang punya pilihan masing-masing,” pungkasnya.
Reporter: Hanif Nanda
Editor: Lizya Kristanti








