TUBAN, Tugujatim.id – Di tengah Ramadhan 1447 Hijriah, Pemkab Tuban bergerak cepat menahan laju harga sembako yang mulai merangkak. Pasar Murah Ramadhan resmi digelar serentak di 20 kecamatan. Warga pun kini bisa berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih ramah di kantong.
Langkah ini diambil setelah pemerintah daerah mencermati tren kenaikan bahan pokok penting (bapokting) dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat jika tidak segera diintervensi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Agus Wijaya menegaskan pasar murah menjadi strategi konkret untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan tetap aman hingga Idulfitri.
Baca Juga: Harga Jauh di Bawah Pasar, Khofifah: Pasar Murah di Jember Bukan Kompetitor Pasar Tradisional
“Kami melihat kecenderungan harga sembako naik cukup signifikan. Karena itu, kami hadir untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan tersedia,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dalam pasar murah kali ini, Pemkab Tuban menyiapkan sembilan komoditas strategis. Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga komoditas yang kerap memicu lonjakan harga seperti cabai rawit, cabai merah besar, cabai keriting, bawang merah, dan bawang putih.
Komoditas tersebut dipilih karena memiliki pengaruh besar terhadap inflasi daerah dan hampir selalu mengalami peningkatan permintaan selama Ramadhan.
Harga Fluktuatif untuk Komoditas Tertentu
Agus menjelaskan, seluruh barang dijual di bawah harga pasar. Namun untuk komoditas tertentu seperti cabai, harga tetap menyesuaikan perkembangan harian mengingat sifatnya yang fluktuatif.
Di sisi distribusi, pemkab juga mengoptimalkan pasokan dari wilayah sentra produksi cabai seperti Kecamatan Bancar, Grabagan, Kerek, dan Kenduruan. Skema ini dilakukan agar ketersediaan barang di setiap titik pasar murah tetap terjaga.

Untuk mencegah aksi borong, pembelian diberlakukan pembatasan. Beras kemasan lima kilogram maksimal dua kemasan per orang. Sementara cabai dan bawang dijual dalam kemasan dengan batas satu kemasan tiap pembeli agar distribusi merata.
Pengawasan pun diperketat melalui monitoring dan evaluasi harian. Setiap lokasi memiliki penanggung jawab yang melaporkan kondisi stok, volume penjualan, serta dinamika lapangan. Jika stok mulai menipis, tambahan pasokan segera dikirim.
Baca Juga: Pasar Murah Pemprov Jatim di Jember Tekan Laju Inflasi Jelang Ramadhan 1447 Hijriah
“Kami tidak ingin masyarakat panik atau kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Target kami harga stabil sampai menjelang Lebaran dan inflasi tetap terkendali,” tegas eks Kadis Kopumdag Tuban ini.
Selain pasar murah, Pemkab Tuban juga menggelar pasar takjil di 20 kecamatan dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Upaya ini diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat selama bulan suci.
Dengan intervensi tersebut, pemerintah berharap Ramadhan tahun ini bisa dijalani warga dengan lebih tenang—tanpa dihantui lonjakan harga kebutuhan pokok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








