• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kondisi terbaru Pasar Wisata Harmoni Keputih Surabaya yang ramai pengunjung setelah dilakukan rekondisi.

Kondisi terbaru Pasar Wisata Harmoni Keputih Surabaya yang ramai pengunjung setelah dilakukan rekondisi. (Foto: BASRA)

Pasar Wisata Harmoni Keputih Surabaya Miliki Wajah Baru setelah Mangkrak 3 Tahun

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Setelah mangkrak sekitar 3 tahun, Pasar Wisata Harmoni Keputih Surabaya memiliki penampilan baru. Hal ini setelah Pemkot Surabaya merekondisi pasar yang berada di Jalan Medokan Keputih Surabaya tersebut. Kini pasar kebanggaan warga Kota Pahlawan tersebut makin ciamik dan kekinian.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengataakan bahwa pasar tersebut sangat strategis. Dengan penampilannya yang makin keren bisa jadi alternatif anak-anak muda untuk nongrong.

You might also like

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM
Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

20/07/2026 5:01 PM

“Kalau dilihat tempat ini strategis, sebelah kanan ada Taman Harmoni dan sebelah kiri ada Terminal Keputih. Sekarang tampilannya kekinian, dan digawe cangkruk (nongkrong) enak,” kata Eri Cahyadi sebagaimana dikutip oleh BASRA, mitra Tugujatim.id, pada Rabu (1/6/2022).

Sebelumnya kondisi pasar terlihat sangat sepi. Penampilannya kurang baik serta barang-barang yang dijual kurang menarik minat masyarakat. Itu yang menjadi penyebab menurut Eri mengapa selama 3 tahun pasar tersebut sepi.

“Saya lihat loh kenapa pasar ini mangkrak. Saya bilang, ketika membangun sesuatu lihat dulu kondisi sekitar. Yang dibutuhkan apa, jangan yang dibutuhkan SWK (Sentra Wisata Kuliner), yang dibangun pasar basah,” ungkapnya.

Melihat hal tersebut, Pemkot Surabaya melakukan evaluasi serta meminta masukan dari warga sekitar untuk membangkit ekonomi di sana. Warga mengaku, menurut Eri, lebih menginginkan SWK atau tempat bersantai dilengkapi kuliner dari pada pasar basah. Berdasar masukan warga inilah kemudian pasar tersebut direkondisi.

“Akhirnya kita buka SWK karena di samping belakang ada Taman Harmoni dan sampingnya itu ada terminal. Setelah dibuka, saya bilang tempatnya yang menarik. Ternyata sekarang kalau malam sangat luar biasa ramainya, dan euforia serta keberhasilan ini harus kita pertahankan,” jelasnya.

Eri kembali menyampaikan kepada jajarannya agar ketika akan membangun sesuatu harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di sekitar. Di sisi lain, ia juga berpesan agar setiap pembangunan disesuaikan pula dengan perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, teman-teman sekarang ketika akan membangun sesuatu pun akan berdiskusi dulu dengan warganya apa yang diinginkan,” tuturnya.

Selain diisi oleh sejumlah pedagang lama, Eri mengungkapkan jika sekarang ini pedagang yang ada di Pasar Wisata Harmoni Keputih, berasal dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun, sebelum mulai berjualan di sana, mereka pun diberikan pembekalan oleh Pemkot Surabaya.

“Ada 17 MBR yang kita latih yang mereka juga berjualan di sini (pasar) melengkapi 20 pedagang lama. Alhamdulillah, yang 17 itu MBR warga sekitar, kita latih, kita kurasi masakannya enak dan masukkan di sini,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos menyampaikan, Pasar Wisata Harmoni Keputih Surabaya sudah 3 tahun tidak aktif. Sebelumnya, ini merupakan pasar rakyat yang kemudian direkondisi sehingga berfungsi lagi dengan baik.

“Sekarang menjadi Pasar Wisata Harmoni Keputih Surabaya. Nah, dari sini kami semua dapat support dari teman-teman Bank Jatim, ITS, kelurahan, LPMK sehingga pasar dapat berfungsi dan masyarakat di sini dapat bekerja lagi dengan lebih baik,” kata Yos.

Yos menambahkan, bahwa Pasar Wisata Harmoni Keputih ini memiliki dua lantai dengan total 37 stand pedagang. Itu terdiri dari 20 pedagang lama dan 17 MBR warga di Kecamatan Sukolilo Surabaya.

“Mereka (pedagang) sudah masuk dan berjualan di sini,” pungkasnya.

Sumber Artikel: BASRA

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

Tags: Eri CahyadiKota SurabayaPasar SurabayaPasar Wisata Harmoni KeputihWali Kota Surabaya
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Next Post
Salah satu siswa menunjukkan produknya permennya yang diolah dari bawang hitam.

Siswa di Surabaya Sulap Bawang Hitam jadi Permen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID