Pasien Positif Covid-19 di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Alami Peningkatan

  • Bagikan
Pasien positif Covid-19 di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo meningkat sejak Minggu (13/06/2021) (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Pasien positif Covid-19 di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo meningkat sejak Minggu (13/06/2021) (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro mengklaim pasien positif Covid-19 yang dirawat di tempat tersebut meningkat. Terhitung pada 16 Juni 2021, pihak RSUD mencatat ada 64 pasien Covid-19.

“Kalau biasanya hanya 20, sekarang meningkat menjadi 64 pasien postif Covid-19 yang dirawat di sini (RSUD Sosodoro Djatikoesoemo),” ungkap Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, drg Thomas Djaja.

Menurutnya peningkatan itu terjadi pada Minggu (13/06/2021). Thomas mengatakan bahwa jumlah tersebut yang sudah diketahui, namun ia mempertanyakan nasib orang yang pernah bertemu dengan pasien.

“Ini baru yang terdeteksi dan yang jelas sakit, misalnya ada satu orang yang terkena Covid-19, tapi kita engga tau bagaimana nasib keluarga yang lainnya, nasib teman-temannya yang pernah bertemu dengan pasien,” tutur Thomas.

Bahkan dari 64 pasien yang dirawat tersebut, lanjut Thomas, salah satunya terkonfirmasi Covid-19 varian India.

“Kita kemarin menerima pasien asal Bojonegoro yang awalnya dirawat di Surabaya selama 1 minggu, kemudian diantar ke sini (Bojonegoro) oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Covid-19 varian India ini dianggap Thomas memiliki tingkat penularan yang terbilang cukup cepat.

“Bahkan Covid-19 varian India ini penularannya sangat cepat dan kadang-kadang mendadak. misalkan ada pasien yang tiba-tiba sesak nafas, baru akan ditangani dokter tiba-tiba meninggal dunia. Seperti kita lihat kasus-kasus di India,” terangnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Masyarakat harus tahu bahwa Covid-19 ini tidak dibuat-buat oleh dokter karena memang faktanya ada. Dan jangan lupa terapkan 5 M,” imbaunya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi agar menambah kekebalan tubuh, meski vaksinasi tidak 100 persen untuk menangkal Covid-19, namun setidaknya tubuh akan mendapat imun lebih.

“Orang-orang yang sudah divaksin bukan berarti tidak bisa terkena Covid-19, vaksin itu sebagai pencegahan Covid-19. Vaksin tidak 100 persen menangkal Covid. Tapi dia menangkal 50 persen. Jadi kalau yang sudah divaksin tidak menerapkan protokol kesehatan, kemungkinan dia akan tertular Covid-19,” pungkasnya.

Sebagai informasi update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro per-16 Juni 2021 yaitu kasus konfirmasi positif 37 orang. Konfirmasi positif kumulatif sebanyak 1.655 orang, meliputi aktif (dirawat) 37 orang, sembuh 1569 orang dan meninggal dunia 49 orang. Untuk kasus suspect sebanyak 41 orang.

 

  • Bagikan