TUBAN, Tugujatim.id – Pasar-pasar tradisional jelang Ramadhan biasanya pengunjungnya ramai. Namun, situasi sebaliknya justru terlihat di Pasar Baru Tuban yang kosong melompong alias sepi.
Kondisi di Pasar Baru Tuban ini membuat banyak pedagang mengeluh. Bahkan, mereka tidak jarang menyebut lebih banyak jumlah pedagang daripada pembelinya.
“Ya, Sampean lihat aja, Mas. Pasar semakin hari malah tambah sepi. Banyak yang dagang daripada yang beli,” kata salah satu pedagang Pasar Baru Tuban, Rumiyatun pada Selasa (27/02/2024).
Dia juga belum mengetahui penyebab pasti dari sepinya pembeli. Dia memperkirakan penyebabnya yaitu adanya keberadaan pasar bongkaran di belakang Pasar Baru Tuban. Pedagang di sana tidak mengenal waktu untuk menjajakan dagangannya.
“Biasanya mulai bukanya sore hingga dini hari,” kata Rumiyatun.
Sementara itu, Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Tuban Agus Setiawan memberikan pandangan yang berbeda. Dia menyampaikan, sepinya pasar tradisional disebabkan munculnya pasar digital yang memberikan kemudahan terhadap konsumen.
Dia mencontohkan, berbagai kebutuhan tersedia di dalam toko digital. Mulai dari sembako, kelengkapan pakaian, barang elektronik, dan lain sebagainya. Jadi, dia mengatakan, itu yang menjadi penyebab masyarakat lebih memilih yang praktis.
“Itu yang mungkin jadi masalah yang dialami di lapangan,” terangnya.
Tidak hanya itu, dalam platform toko digital banyak juga memberikan diskon ataupun potongan harga, baik pada harga jual barang maupun bebas ongkos kirim dengan ketentuan tertentu.
“Dari itu juga, masyarakat kepincut ke arah sana,” terangnya.
Meski begitu, dia mengatakan, masih ada beberapa barang yang harus beli ke pasar tradisional. Mulai dari bumbu dapur maupun kebutuhan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








