• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pekerja migran.

Acara Sosialisasi Perumahan Bersubsidi bagi Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga di UIN KHAS Jember. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Kementerian P2MI Dorong Kepemilikan Hunian Terjangkau bagi Pekerja Migran Jember

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Kementerian Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendorong kepemilikan hunian terjangkau bagi para tenaga migran di Kabupaten Jember. Staf Ahli P2MI Prof. Moch. Chotib mengungkapkannya saat sosialisasi di Universitas UIN KHAS Jember, Selasa (03/06/2025).

“Ini menjadi upaya peningkatan taraf hidup tenaga kerja Indonesia yang bekerja di mancanegara, kini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat melalui skema kepemilikan hunian bersubsidi yang mulai diperkenalkan di berbagai wilayah yang menjadi basis utama pengiriman tenaga kerja,” ujar Prof Chotib.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Baca Juga: 90 Persen Pekerja Migran Berangkat Ilegal, P4MI Bakal Buka di Jember

Sebagai bagian dari strategi komprehensif, pemerintah berencana mengestablish fasilitas pelayanan perlindungan khusus tenaga kerja migran (P4MI) di Kabupaten Jember. Tujuan utamanya adalah meminimalkan praktik keberangkatan tanpa prosedur resmi yang masih mengkhawatirkan.

“Data dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menunjukkan bahwa kawasan Jember dan daerah-daerah di sekitarnya masuk dalam kategori lima teratas penghasil pekerja migran bermasalah, dimana sebagian besar proses keberangkatannya tidak melalui mekanisme yang sah,” jelasnya.

Layanan Pekerja Migran Minimkan Berangkat Ilegal

Menurut Prof Moch. Chotib yang menjabat sebagai Staf Ahli P2MI, strategi pendekatan layanan ke sentra-sentra pekerja migran seperti Jember diharapkan dapat mereduksi angka keberangkatan ilegal secara signifikan.

Inisiatif ini sejalan dengan visi strategis Presiden Prabowo Subianto yang menggarisbawahi pentingnya setiap pekerja migran memperoleh akses kepemilikan hunian bersubsidi sebagai bentuk proteksi berkelanjutan.

Selama ini, masyarakat di kawasan Besuki harus bergantung pada layanan P4MI yang berlokasi di Banyuwangi. Dengan adanya fasilitas serupa di Jember, diharapkan aksesibilitas informasi dan bantuan langsung dapat diperluas secara optimal.

Alokasi nasional untuk program hunian bersubsidi bagi pekerja migran mencapai 20.000 unit di seluruh Indonesia, dengan fokus pada tenaga kerja aktif dan keluarga mereka yang tergolong dalam kategori ekonomi menengah ke bawah.

Khusus untuk wilayah Jember, dia mengatakan, pemerintah telah menyediakan kuota sekitar 3.000 unit kredit pemilikan rumah yang dapat diakses baik oleh pekerja migran yang masih bertugas di luar negeri maupun keluarga mereka yang berada di tanah air.

Program ini tidak hanya terbatas pada pekerja migran, namun juga terbuka bagi profesi lain termasuk wartawan dan pekerjaan lainnya dengan penghasilan maksimal Rp7 juta per bulan.

Skema kredit pemilikan rumah bersubsidi ini dirancang dengan sistem pembayaran yang meringankan dan jangka waktu yang panjang, sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat yang selama ini mengalami kendala dalam mengakses hunian yang layak.

Prof Chotib menekankan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Jember, Gus Fawait, yang berkomitmen memastikan proses distribusi kuota dapat berjalan dengan lancar di wilayahnya.

Implementasi program ini diharapkan dapat menjadi jawaban konkret dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan fundamental berupa sandang, pangan, dan papan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniHunian pekerja migran di JemberJemberKabupaten Jember hari iniKasus pekerja migran ilegal
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
kekerasan anak

Modus Oknum Guru Ngaji di Jember Cabuli Empat Santri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID