Khofifah Lantik Bupati-Wakil Bupati Tuban di Dua Tempat Berbeda

  • Bagikan
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa ketika melantik Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzki di gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (20/6/2021). (Foto: Humas Pemkab Tuban)

TUBAN, Tugujatim.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, melantik Bupati dan Wakil Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki di gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu, (20/6/2021).

Pasangan pemenang di Pemilukada 9 Desember 2020 itu merupakan pasangan yang terakhir dilantik, sesuai tanggal SK Bupati sebelumnya H. Fathul Huda dan Noor Nahar Husein.

Aditya Halindra Faridzky datang ke Grahadi Surabaya didampingi ibunya, Haeny Relawati Rini Widyastuti bersama keluarga. Termasuk, tokoh-tokoh partai pengusung juga menyaksikan proses pelantikan Bupati Tuban itu.

Wakil Bupati Tuban Sempat Positif Corona

Namun berbeda untuk wakilnya, H. Riyadi. Dia mengikuti pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan secara virtual bertempat di rumah dinas Wakil Bupati Tuban.

Hal itu dikarenakan masih menjalani isolasi mandiri lantaran sempat terpapar virus corona berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan tim medis.

“Terakhir sudah terkonfirmasi negatif (Wabup Tuban, red). Tapi, kemarin sempat positif. Untuk menjaga kebaikan bersama, maka proses pelantikan dilakukan secara virtual untuk Wakil Bupati Tuban,” ungkap Khofifah Indar Parawansa dalam sambutan.

Lalu dalam kesempatan itu Gubernur Khofifah menyampaikan sejumlah pesan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Di antaranya, mulai dari percepat vaksinasi dan perkuat PPKM sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Saat Wakil Bupati Tuban, H. Riyadi diambil Sumpah Janjinya di Rumah Dinas Wakil Bupati dan diikuti secara virtual, Minggu (20/6/2021). (Foto: Humas Pemkab Tuban)
Saat Wakil Bupati Tuban, H. Riyadi diambil Sumpah Janjinya di Rumah Dinas Wakil Bupati dan diikuti secara virtual, Minggu (20/6/2021). (Foto: Humas Pemkab Tuban)

“Pesan Pak Presiden satu percepat vaksinasi. Pesan kedua adalah perketat PPKM,” tegas Gubernur Khofifah.

Menurutnya, PPKM dan vaksinasi ini diharapkan menjadi ujung tombak beriringan dengan penerapan 5 M dan 3 T. Artinya, bagaimana bermasker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilisasi atau interaksi.

“Lalu 3 T berarti testing, tracing, dan treatment. Semua mungkin hafal 5M dan 3 T, pelaksanaan di lapangan kita sesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing,” jelasnya.

Selain digelar secara offline, proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tuban juga disaksikan secara live streaming di Pendopo Krido Manunggal Tuban. Dihadiri, para OPD, tokoh partai politik, masyarakat, dan lainnya.

“Sesuai dengan petunjuk Provinsi dan Satgas. Pelantikan dilakukan dua titik di Grahadi Surabaya untuk Bupati, dan rumah Wabup untuk Wabup,” kata Bambang Priyo Utomo, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, usai menyaksikan proses pelantikan secara live streaming di Pendopo Krido Manunggal Tuban.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pada hari Jumat dan Sabtu kemarin telah diambil sampel atau swab untuk Wabup Tuban H. Riyadi. Hasilnya, telah diserahkan kepada Budi Wiyana Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban supaya disampaikan satu pintu.

“Tadi versi Gubernur memang demikian (Wabup, red), positif kemudian sudah negatif. Untuk keamanan pelaksanaan, demi kebersamaan semua, maka protokol kesehatan harus ditaati,” pungkasnya.

  • Bagikan