JEMBER, Tugujatim.id – Kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Jember masih menyimpan banyak tantangan, terutama di ranah ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Pemerataan pendapatan dan akses pendidikan harus menjadi fokus utama Kabupaten Jember.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, Tri Erwandi, menekankan bahwa upaya peningkatan IPM harus dilakukan secara menyeluruh, dengan fokus utama pada pemerataan pendapatan dan peningkatan akses pendidikan.
Di samping itu, menurutnya sektor ekonomi menjadi salah satu pilar yang sangat penting. Ia menyoroti perlunya menjaga daya beli masyarakat agar pendapatan meningkat secara merata di seluruh lapisan.
BACA JUGA: Wadul Gus’e Jadi Pengaduan Masalah Masyarakat Jember Tanpa Sekat
“Penting untuk menciptakan kondisi di mana masyarakat dari semua golongan bisa merasakan peningkatan pendapatan, bukan hanya kelompok tertentu saja,” ujarnya pada Jumat (14/3/2025).
Tri Erwandi juga menggarisbawahi bahwa proyek pembangunan di Jember sebaiknya didistribusikan secara adil agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua warga.
Di sisi pendidikan, tantangan yang muncul tampak nyata. Di daerah pedesaan dan wilayah utara Kabupaten Jember, masih banyak masyarakat yang hanya menyelesaikan pendidikan tingkat sekolah dasar.
“Bila kita menilik data, sebagian besar warga berusia di atas 25 tahun hanya memiliki lulusan SD, bahkan ada yang tidak menyelesaikan sekolah dengan baik. Rata-rata lama sekolah kita masih di bawah standar,” ungkap Tri Erwandi.
Ia menambahkan bahwa Harapan Lama Sekolah (HLS) di wilayah Jember hanya mencapai sekitar 13 tahun, yang berarti sebagian besar masyarakat tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, efisiensi pengelolaan anggaran daerah turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Proyek-proyek pembangunan yang tertunda akibat pencairan dana yang belum optimal berdampak pada sektor perdagangan, kuliner, dan pertanian.
BACA JUGA: Toilet Alun-Alun Jember Langsung Disidak Bupati Fawait Setelah Kondisinya Disampaikan ke Wadul Gus’e
Kondisi ini diperparah oleh cuaca yang tidak mendukung, seperti curah hujan yang tinggi selama satu hingga dua bulan terakhir, sehingga memaksa para petani menjual hasil panen dengan harga lebih rendah karena kualitas produk yang cepat menurun.
Aktivitas ekonomi pun melambat karena masyarakat enggan keluar rumah dalam kondisi cuaca ekstrem. Menghadapi berbagai permasalahan tersebut, Tri Erwandi menyerukan penerapan kebijakan yang lebih strategis dan merata agar IPM di Jember dapat meningkat secara signifikan.
“Kebijakan yang tepat di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan harus segera diterapkan untuk menjembatani kesenjangan yang ada dan memastikan pembangunan yang inklusif,” tandas Tri Erwandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








