News  

Pemkab Blitar Bahas Pemetaan Jaringan Internat di Acara Talkshow #MakinCakapDigital

Drs izul Marom M.Sc saat mengisi acara Makin Cakap Digital pada Kamis (25/8/2022).
Drs Izul Marom M.Sc, sekretaris daerah Blitar saat mengisi acara talkshow dan workshop #MakinCakapDigital pada Kamis (25/8/2022). (Foto: Tangkap layar)

Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui sekretaris daerah, Drs Izul Marom M.Sc, membahas tentang pemetaan jaringan dalam rangka menggalakkan digitalisasi di daerahnya. Pemetaan ini dilakukan di beberapa sektor di antarannya pendidikan dan pemerintahan desa.

Ulasan ini disampaikan oleh Drs Izul Marom M.Sc, sekretaris daerah Blitar dalam acara Talkshow & Workshop #MakinCakapDigital yang digelar secara hybrid pada Kamis (25/8/2022).

Izul menceritakan saat betapa pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, selama 10 hingga 15 tahun terakhir teknologi berkembang secara eksponensial ke berbagai bidang dan sektor.

“Dan, jelas perkembangan ini berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat dituntut untuk mengikuti perubahan yang ada,” katanya.

Dia mencontohkan banyak usaha yang harus gulung tikar akibat kurangnya pengetahuan mengenai digitalisasi atau lebih dikenal dengan gaptek. Selain itu perkembngan digitalisasi dapat dilihat melalui apa yang terjadi di sekitar.

“Seperti bank, pada era digital seperti sekarang tidak perlu lagi repot-repot pergi ke bank untuk menarik uang ataupun transfer, karena sudah banyak berkembang m-banking yang dapat diakses dengan fleksibel,” bebernya.

Dia juga memaparkan bahwa pemerintah Kabupaten Blitar telah berusaha meningkatkan layanan mengikuti era digital. Saat ini sudah ada beberapa aplikasi dan website pelayanan Kabupaten Blitar yang bisa diakses warga, di antaranya Dashboard Smart City, Satu Data Blitar dalam Genggaman.

Kemudian, ada Dashboard Posko Covid 19, Sistem Pencarian Elektronik (SIPECEL), Monitoring Evaluasi Anggaran, Website Pemerintah Kabupaten, Website PPID, dan Website Perangkat Daerah.

“Pemerintah kita selalu mengikuti perkembangan teknologi, jangan sampai masyarakat lebih tahu dan lebih maju penggunaan teknologinya,” paparnya pada acara tersebut.

Masih kata Izul, saat ini di daerahnya terdapat 141 titik koneksi dengan bandwidth internet sebesar 1,18 Gbps. Dari koneksi ini pihaknya melakukan pemetaan jaringan ke beberapa sektor.

Misalnya, pendidikan sejumlah PAUD, SD, dn SMA telah memiliki pogres input sejumlah 1.220 sudah input data, dengan presentase sebanyak 38,34 persen menggunakan 1-5 Mbps dengan provider tertinggi 362 menggunakan modem/paket data/wifi.

“Di sekolah, terutama di pondok pesantren tidak diperbolehkan untuk membawa HP sehingga mereka menggunakan media komputer sebagai pembelajaran, walaupun sudah ada beberapa sekolah yang memperbolehkan membawa HP,” ujarnya.

Selain itu, pemetaan jaringan di pemerintah desa yaitu kerja sama dengan provider Telkom, Telkomsel, Indosat, Icon+ dan ISP lokal. Dengan sebanyak 220 desa, pemetaan jaringan di desa memiliki presentase sebanyak 33,74 persen menggunakan 6-10 Mbps.

“Saya sngat mengapresiasi bahwa di desa Wates ini sudah dapat terkoneksi internet dengan ketinggian 400 sekian mdpl, karena tidak semua daerah kabupaten dapat tersambung dengan internet,” kata dia.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim