Pemkab Bojonegoro Beri Makanan Bergizi bagi Lansia melalui Program "Rantang Kasih Moe" - Tugujatim.id

Pemkab Bojonegoro Beri Makanan Bergizi bagi Lansia melalui Program “Rantang Kasih Moe”

  • Bagikan
Pemberian makanan bergizi secara gratis melalui program Rantang Kasih Moe di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Dok PKK Desa Pasinan/Tugu Jatim)
Pemberian makanan bergizi secara gratis melalui program Rantang Kasih Moe di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Dok PKK Desa Pasinan/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berada di setiap desa telah menjalankan program kemanusiaan yang diberi nama “Rantang Kasih Moe”. Melalui program ini, Pemkab Bojonegoro memberikan makanan bergizi secara gratis kepada warga miskin, terutama warga yang telah lanjut usia (lansia).

Kegiatan yang dilaksanakan setiap Jumat ini telah berjalan dari awal 2020 hingga saat ini dan terus dilakukan di seluruh desa yang ada di Bojonegoro.

Menurut Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Baureno Eko Subandrio bahwa pemberian makanan kepada lansia tersebut dijalankan langsung oleh masing-masing desa melalui anggota PKK.

“Desa yang menyuplai semua makanan dari desa, kecamatan hanya sebagai perantaranya saja untuk pencairan dana dari pemerintah kabupaten,” jelasnya kepada Tugu Jatim Selasa (30/03/2021).

Masih dalam penjelasannya, setiap desa akan mendapatkan anggaran yang sama, yaitu Rp 500 ribu dan setiap desa akan memilih 10 lansia untuk mendapatkan program Rantang Kasing Moe.

“Untuk satu desa itu mendapatkan jatah Rp 500 ribu untuk 10 orang, dan satu orang itu dapat Rp 50 ribu, dan di Kecamatan Baureno ini ada 25 desa,” katanya.

Pemberian Rantang Kasih Moe ini diberikan dua kali, yaitu pagi dan sore setiap Jumat dengan mengikuti arahan menu yang diberikan oleh pemerintah kabupaten.

“Mungkin pagi kalau sayur bayam itu harus dengan pepes pindang dan susu. Lalu minggu depannya lagi daging, buahnya semangka atau jeruk, ada susunya. Karena lansia kan harus ada gizinya,” tambahnya.

Terakhir, Eko mengatakan, jika dalam satu tahun ada satu dari sepuluh lansia tersebut meninggal dunia, tidak bisa langsung diganti dengan lansia yang lain, tapi harus menunggu tahun berikutnya.

“Tetap kami cairkan sembilan untuk desa tersebut, tidak langsung diganti. Karena itu ada SK Bupati, jadi harus menunggu tahun selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, Bendahara PKK Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Siti Muarofah mengatakan bahwa suplai makanan yang diberikan kepada lansia dengan kategori 60 tahun ke atas itu dilakukan langsung oleh anggotanya.

“Kami berikan kepada 10 lansia miskin di atas umur 60 tahun,” ujar Siti saat dihubungi Tugu Jatim via telepon Selasa (30/03/2021).

“Untuk makanannya, kami (anggota PKK) yang masak secara bergantian,” tuturnya. (Mila Arinda/ln)

  • Bagikan