JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Jember berupaya mendorong pengiriman beberapa komoditas unggulan ke luar negeri melalui Koperasi Merah Putih (KMP). Langkah ini sekaligus sebagai bentuk langkah upaya ikut mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember.
Hal itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait dalam agenda kedua program “Bunga Desaku” hadir dengan konsep baru “Bunga Desaku Cantik – Bupati Ngantor Desa dan Kelurahan Cinta Statistik” yang dilaksanakan di Kecamatan Silo, Selasa (27/6/2025).
Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
“Bunga Desaku ini merupakan upaya pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan diri, terutama pelayanan kepada masyarakat. Kita tahu bahwa Jember adalah kabupaten yang sangat besar, bukan cuma kota tapi juga ada pelosok dan desa,” ungkap Bupati Fawait.
Dalam kegiatan kedua program prioritas ini, hampir seluruh pelayanan yang ada di Kabupaten Jember dibawa langsung ke Kecamatan Silo. Inisiatif ini bertujuan memastikan masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati pelayanan berkualitas tanpa harus datang ke pusat kabupaten.
“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah ikhtiar supaya masyarakat betul-betul bisa menikmati pelayanan yang baik di Kabupaten Jember,” harap Bupati Fawait.
Selain program pelayanan, Bupati Fawait juga mengungkap rencana ekspor kopi dari Desa Sidomulyo yang akan dilakukan secara langsung ke negara tujuan. Desa yang dikenal sebagai desa devisa ini akan melaksanakan ekspor melalui program strategis nasional Koperasi Merah Putih.
“Rencananya untuk ekspor berikutnya akan dilakukan direct antara Desa Sidomulyo langsung ke negara tujuan. Selama ini mungkin masih dibantu oleh pihak lain,” jelas Bupati Fawait.
Ekspor langsung dari desa melalui Koperasi Merah Putih ini dinilai sebagai langkah konkret yang membanggakan, tidak hanya bagi Jember tetapi juga Indonesia, karena berkontribusi pada devisa negara.
Ke depan, program Bunga Desaku akan diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Jember. Setelah melayani wilayah barat dan timur, program ini akan dilanjutkan ke wilayah selatan atau utara.
“Setiap kebijakan pemerintah alangkah lebih baiknya kalau berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk dengan lembaga vertikal yaitu BPS, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat,” tegas Bupati Fawait.
Program ini diharapkan dapat menjadi model pelayanan pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat dan mendukung pemberdayaan ekonomi desa melalui ekspor komoditas unggulan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








