JEMBER, Tugujatim.id – Untuk kali pertama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memberikan perhatian kepada umat Hindu melalui kegiatan Utsawa Dharma Gita 2024 yang berlangsung di Aula PB Sudirman, Minggu (16/06/2024).
Di tahun-tahun sebelumnya, kegiatan serupa berlangsung atas inisiatif umat Hindu yang bermukim di Jember. Ketua Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Kabupaten Jember Prof Dr I Ketut Mahardika MSi mengungkapkannya saat ditemui Tugujatim.id di tengah-tengah kegiatan Utsawa Dharma Gita 2024.
“Kali pertama diselenggarakan oleh pemda (pemerintah daerah), selama ini kegiatan Utsawa Dharma Gita dilaksanakan secara mandiri,” ujarnya.
Baca Juga: Phoenix FC dan Majapahit Soccer Academy, Mantan Jawara Soeratin Tarung di Perempat Final Piala Askab
Dia juga menjelaskan, Utsawa Dharma Gita adalah ajang perlombaan membaca, mulai dari sloka yang merupakan Weda hingga kidung-kidung keagamaan. Ada lima kategori perlombaan di ajang Utsawa Dharma Gita 2024, mulai dari membaca sloka, menghafal sloka, palawakya, kidung keagamaan, dan yoga asana.
Meski awal mula pengetahuan umat Hindu berasal dari satu sumber, I Ketut Mahardika menjelaskan, ketika sampai di beberapa daerah, misalnya Indonesia maka bersinggungan dengan kearifan lokal.
“Sehingga dengan demikian, sloka misalnya membaca sloka di Indonesia dengan negara lain tentu berbeda, iramanya berbeda, karena kearifan lokal dan para leluhur kita zaman dulu itu memang begitu. Begitu sampai di Jawa kearifan lokalnya berbeda, kemudian sampai di Bali beda lagi,” papar I Ketut Mahardika.
Sejalan dengan itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jember Achmad Musoddaq menjelaskan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan penghayatan dan mengamalkan kitab Weda. Di dalamnya termasuk pengenalan sastra kepada anak-anak bahkan remaja.
Setidaknya, ratusan peserta antusias mengikuti Utsawa Dharma Gita 2024.
“Total ada sebanyak 235 peserta dari 31 kecamatan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menuturkan, Utsawa Dharma Gita 2024 merupakan kegiatan yang positif.
“Tidak hanya mempertahankan budaya, tapi juga menghayati serta mengamalkan bacaan dengan makna yang luar biasa,” tegas Bupati Hendy.
Dia berharap, agar ajang serupa dapat digelar lebih meriah dan berlangsung di luar ruangan. Hal tersebut dimaksud untuk melibatkan UMKM di dalam acara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








