JEMBER, Tugujatim.id – Pemkab Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air menegaskan komitmennya untuk mengutamakan mutu dalam setiap pembangunan infrastruktur, meski tengah mengejar deadline akhir tahun 2025.
Kebijakan ini terutama berlaku untuk tender dengan nilai penawaran yang sangat rendah. Arif Liyantono, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Jember, menyatakan bahwa instansinya menolak pendekatan pembangunan yang hanya mengejar target waktu tanpa mempertimbangkan standar mutu.
Menurutnya, tahapan administrasi dan teknis harus dijalankan dengan teliti demi menghasilkan output yang memenuhi spesifikasi.
“Prioritas kami adalah membangun infrastruktur yang berkualitas, bukan sekadar memenuhi tenggat waktu. Makanya kami melakukan verifikasi menyeluruh, baik dari sisi administrasi maupun kompetensi penyedia jasa, khususnya untuk penawaran yang jauh di bawah 80 persen dari Harga Perkiraan Sendiri,” terangnya pada Rabu (29/10/2025) sore.
Menurut Arif, proyek-proyek dengan nilai penawaran kurang dari 80 persen HPS mendapat pengawasan ekstra ketat saat evaluasi. Langkah ini bertujuan memverifikasi bahwa kontraktor pemenang benar-benar memiliki kemampuan teknis dan keuangan yang memadai.
Tak hanya menerapkan seleksi yang ketat, dinas tersebut juga melibatkan tenaga konsultan pengawas profesional serta laboratorium uji material untuk menjamin kualitas konstruksi. Pengawasan dimulai sejak tahapan pra-pelaksanaan (MC-0) sampai proyek rampung.
“Kami memaksimalkan fungsi konsultan pengawas dan laboratorium dalam pengendalian kualitas. Dengan begitu, setiap tahapan pekerjaan dapat dimonitor agar memenuhi spesifikasi teknis dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” papar Arif.
Arif mengakui bahwa prosedur administrasi yang ketat dan koordinasi dengan berbagai pihak memerlukan waktu lebih lama. Namun, hal tersebut dianggap krusial untuk mencegah pembangunan infrastruktur yang asal-asalan dan berpotensi menimbulkan persoalan di masa depan.
Saat ini, pelaksanaan fisik telah dimulai di sejumlah lokasi, termasuk wilayah Gumukmas serta dua koridor jalan perkotaan yaitu Jalan Sultan Agung dan Jalan Manggar. Proyek-proyek lainnya akan segera dimulai sesuai timeline yang telah ditetapkan.
“Pelaksanaan sudah dimulai. Tim lapangan sudah beroperasi di tiga lokasi, dan malam ini dua lokasi di area perkotaan akan mulai dikerjakan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 27 titik lokasi proyek infrastruktur yang akan diselesaikan oleh Dinas PU Bina Marga dan SDA hingga penutupan tahun 2025. Cakupan proyek meliputi konstruksi jalan baru, pembenahan sistem drainase, dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Arif menjamin bahwa semua proyek yang sedang berjalan akan diawasi secara berkelanjutan untuk memastikan tidak hanya selesai sesuai jadwal, tetapi juga menghasilkan infrastruktur yang kokoh dan berfungsi maksimal.
“Kami memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai regulasi dengan mutu yang terjaga. Lebih baik sedikit mundur dari jadwal daripada menghasilkan infrastruktur yang tidak layak pakai,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








