TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terus meningkatkan langkah preventif untuk menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kembali melonjak di awal 2025. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah rencana penutupan sementara pasar hewan yang dijadwalkan berlaku mulai pasaran pekan depan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKP2P Tuban Pipin Diah Larasati mengungkapkan, hingga 16 Januari 2025, tercatat 104 kasus PMK di 20 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 94 ekor ternak masih dalam perawatan, 6 ekor mati, 3 dipotong paksa, dan 1 dinyatakan sehat.
“Kami terus mengawasi di lapangan. Petugas kami, baik dokter hewan maupun paramedik di puskeswan kecamatan, langsung merespons laporan dari masyarakat dan memberikan pengobatan menggunakan stok obat yang ada,” ujarnya, Jumat (17/01/2025).
Baca Juga: Imbas PMK, Petugas Semprot Desinfektan di Pasar Hewan Mojokerto
Saat ini sebelum resmi ditutup, Pemkab Tuban bersama badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) telah menyemprot desinfektan di pasar hewan. Penyemprotan ini dilakukan sebelum dan sesudah aktivitas perdagangan sebagai langkah pengendalian virus.
“Kami tetap mengawasi di pasar, termasuk penyemprotan oleh tm BPBD. Ini untuk memastikan keamanan sebelum pasar ditutup sementara,” tambah Pipin.
Namun, penutupan pasar tidak dilakukan secara mendadak. Pemkab memberikan waktu kepada pengelola pasar untuk menyosialisasikan rencana ini kepada para pelaku pasar.
“Kemarin, pengelola pasar meminta penangguhan waktu untuk memberitahukan hal ini kepada pedagang dan pelaku ekonomi lainnya. Langkah ini diambil agar penutupan tidak terkesan tiba-tiba dan semua pihak dapat bersiap,” jelasnya.
Baca Juga: Unggul FC Malang Siap Pertahankan Puncak Klasemen, Joao Almeida Waspadai Kekuatan Ganda Pangsuma FC
Pipin menegaskan, rencana penutupan pasar hewan tidak hanya berdampak pada pedagang ternak, tetapi juga pada pelaku ekonomi lainnya. Karena itu, pemberitahuan lebih awal dinilai penting untuk meminimalkan potensi kerugian.
Dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin sekda Tuban, disepakati bahwa pasar hewan akan ditutup sementara mulai pasaran pekan depan. Selama penutupan, pasar akan didesinfeksi dan dibersihkan secara menyeluruh.
Pipin mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan segera melaporkan jika ada ternaknya yang sakit. Dia juga mendorong peternak untuk memvaksinasi ternak yang masih sehat, menjaga kebersihan kandang, dan tidak membawa ternak yang sakit ke pasar. Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran PMK tanpa harus mengorbankan roda perekonomian di Kabupaten Tuban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








