MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pasar hewan di Kabupaten Mojokerto mendapat penyemprotan desinfektan. Hal ini muncul imbas belum turunnya tren penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti hewan-hewan ternak. Seperti terlihat di Pasar Ngrame, Pungging dan Pasar Pandanarum, Pacet. Upaya penyemprotan ini dilakukan guna mencegah penyebaran PMK kian meluas.
“Sebagai upaya antisipasi meluasnya radius penyebaran PMK sekaligus meningkatkan kewaspadaan akan penyakit hewan menular strategis,” beber Kabid Pencegahan dan Kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Parmanto, Jumat (17/01/2025).
Baca Juga: Unggul FC Malang Siap Pertahankan Puncak Klasemen, Joao Almeida Waspadai Kekuatan Ganda Pangsuma FC
Penyemprotan desinfektan ini mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) serta satu mobil berjenis pikap.
“Sebelumnya kami koordinasi dengan disperta (dinas pertanian). Penyemprotan (desinfektan) di pasar penting karena pasar merupakan lokasi rawan penyebaran penyakit hewan ternak,” tambahnya.
Baca Juga: Butuh Tempat Fine Dining? Simak 6 Restoran Bergaya Eropa yang Wajib Kamu Kunjungi di Surabaya!
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menutup sementara pasar hewan selama 14 hari akibat penyakit PMK. Seperti diterangkan Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Disperta Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah bahwa penutupan sementara pasar hewan berlangsung selama 14 hari yakni sejak 15-28 Januari 2025.
“Jadi 7 pasar hewan ditutup sementara. Lokasinya yaitu Ngrame, Pandanarum, Pohjejer, Mojodadi, Berat Kulon, Karangdiyeng dan Sumbertebu,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








