TUBAN, Tugujatim.id – Pemkab Tuban menggandeng Bulog untuk menyerap hasil panen raya jagung dari petani. Panen raya jagung di Kabupaten Tuban menghasilkan 28 ton jagung dari lahan seluas 440 hektare dan langsung dibeli Bulog dengan harga Rp5.500 per kilogram.
Langkah ini menjadi komitmen Pemkab Tuban dalam mendukung ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky menyampaikan, hasil panen ini merupakan bagian dari keberhasilan program pertanian lokal yang terus didorong bersama para petani.
Panen berlangsung di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kamis (5/6/2025), dan bertepatan dengan kegiatan panen nasional yang dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto dari Kalimantan Barat.
“Produktivitas lahan jagung yang kami panen sangat baik. Rata-rata menghasilkan 6 sampai 7 ton per hektare, dengan kualitas biji dan bonggol yang padat,” jelas Lindra.
Lindra menyebutkan bahwa penyerapan hasil oleh Bulog menjadi upaya nyata pemerintah daerah untuk memastikan petani tidak hanya bisa panen melimpah, tetapi juga mendapatkan keuntungan yang layak. Harga pembelian pun telah disesuaikan dengan ketentuan pemerintah pusat agar tidak merugikan petani di tingkat bawah.
“Kami gandeng Bulog untuk menyerap hasil panen petani dengan harga Rp5.500 per kilogram, supaya petani tidak kebingungan menjual dan tetap merasa tenang,” ujarnya.
Lindra juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini, terutama dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Pemerintah Kabupaten Tuban terus berupaya mendekatkan layanan pertanian kepada masyarakat, mulai dari penyediaan benih, distribusi pupuk, hingga akses pasar.
“Kami tidak hanya ingin merayakan panen, tetapi juga memastikan proses dari hulu ke hilir berjalan lancar. Jika harga stabil, petani akan semangat tanam kembali,” tambahnya.
BACA JUGA: Viral Mobil Dinas di Hiburan Malam, Bupati Tuban: Itu Kegiatan Lama dan Urusan Pekerjaan
Selain itu, pemerintah daerah terus mendorong komunikasi yang intens antara petani dan perangkat desa agar setiap kendala yang dihadapi di lapangan bisa segera direspons. Mulai dari persoalan teknis, kebutuhan alat, hingga distribusi hasil tani.
Lindra berharap, panen kali ini bisa menjadi pemicu semangat petani lain di Tuban untuk terus meningkatkan produktivitas. Potensi lahan pertanian di Tuban yang mencapai lebih dari 130 ribu hektare dinilai mampu mendukung swasembada jagung secara berkelanjutan, asalkan ditopang dengan pendampingan dan pasar yang sehat.
“Pertanian adalah kekuatan ekonomi daerah. Jika petani kuat, ekonomi desa akan tumbuh,” tutup Bupati Lindra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








