MOJOKERTO, Tugujatim.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto membeberkan torehan pendapatan asli daerah (PAD) triwulan III 2025. Informasi dari Bapenda menerangkan, capaian realisasi penerimaan PAD Kabupaten Mojokerto triwulan tersebut hingga 12 September 2025 tercatat sejumlah Rp614.891.071.000,05 alias 72 persen.
Angka PAD Kabupaten Mojokerto ini lebih tinggi 1,89 persen dari target awal untuk triwulan yang sama yakni Rp598.759.871.102 atau 70,11 persen. Sementara proyeksi penerimaan PAD triwulan III 2025 hingga 30 September 2025 sebesar Rp658.166.228.052,47 atau 77,07 persen. Proyeksi ini lebih tinggi 2,07 persen dari target seharusnya yakni Rp640.521.898.911 atau 75 persen.
Baca Juga: Realisasi Pajak Reklame di Kabupaten Jember Rendah, Ribuan Izin Kedaluwarsa Perlu Ditertibkan
Sekda Mojokerto Teguh Gunarko mengatakan, berkaca dari capaian per 12 September 2025, proyeksi penerimaan PAD hingga 30 September 2025 diperkirakan tembus Rp658,16 miliar atau 77,07 persen. Capaian tersebut bakal melampaui target Rp640,52 miliar atau 75 persen.
“Kinerja ini menjadi komitmen kuat seluruh perangkat daerah dalam memaksimalkan potensi PAD di tengah tantangan ekonomi,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (23/09/2025).
Meski begitu, ada 4 organisasi perangkat daerah (OPD) yang tercatat belum memenuhi target 75 persen, yakni Dinas Pangan dan Perikanan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Dinas Pertanian, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Kendala yang berpengaruh atas belum terpenuhi target tersebut di antaranya faktor cuaca ekstrem yang menyebabkan masalah pada produksi perikanan, penurunan jumlah kunjungan wisata, hingga tunggakan sewa kios pasar.
OPD Pastikan PAD Akhir Tahun Tercapai
Terpisah, Kepala Bapenda Mojokerto Ardi Sepdianto menegaskan pihaknya bersama OPD terkait bakal menempuh upaya strategis guna memastikan target PAD akhir tahun dapat tercapai.
“Kami perkuat koordinasi, melakukan penagihan tunggakan, dan pengoptimalan potensi sektor unggulan,” urainya.
Sementara itu, selain faktor cuaca ekstrem, salah satu kendala target PAD belum tercapai adalah penutupan akses jalan menuju objek wisata Air Terjun Dlundung selama tiga bulan. Hal ini membuat penerimaan sektor pariwisata menurun. Untuk sektor perikanan, tingginya angka kematian benih ikan akibat cuaca yang tidak stabil turut menjadi tantangan serius.
Lalu, upaya untuk mengatasi tunggakan kios pasar juga telah ditempuh. Seperti penerbitan surat peringatan, penagihan langsung kepada penunggak, serta optimalisasi retribusi Pasar Trowulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








