Pemred Tugu Malang ID Lizya Oktavia: Fungsi Wartawan Itu Menyampaikan dan Meluruskan Fakta - Tugujatim.id

Pemred Tugu Malang ID Lizya Oktavia: Fungsi Wartawan Itu Menyampaikan dan Meluruskan Fakta

  • Bagikan
Pemimpin Redaksi (Pemred) Tugu Malang ID Lizya Oktavia saat menyampaikan materi di event "Goes to School 2021". (Foto: Tugu Media Group/Tugu Jatim)
Pemimpin Redaksi (Pemred) Tugu Malang ID Lizya Oktavia saat menyampaikan materi di event "Goes to School 2021". (Foto: Tugu Media Group/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Event “Goes to School 2021” yang diselenggarakan Tugu Media Group x Paragon ini dihadiri narasumber-narasumber andal pada Kamis (25/02/2021) secara virtual. Selain dihadiri Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Vero Dwipayana. Hadir juga Pemimpin Redaksi (Pemred) Tugu Malang ID Lizya Oktavia.

Melalui tema “Pengenalan Jurnalistik dan Dasar Menggali Data, Lizya memaparkannya secara detail di depan ratusan siswa SMAN 8 Malang. Lizya mengatakan, jurnalisme itu berdasarkan kepingan fakta yang ada. Pertama, cara menemukan fakta dengan mengumpulkan data dengan riset. Dan menyiapkan data itu baik dokumen resmi seperti perundang-undangan yang ada atau bisa uji di lapangan.

“Hal ini akan memudahkan pengamatan dalam mewawancara narasumber untuk bisa menguatkan fakta seperti riset uji laboratorium. Sebab, wartawan itu fungsinya untuk menyampaikan dan meluruskan fakta,” kata ibu satu anak ini.

Kedua, dengan cara observasi. Cara tersebut bisa menggunakan panca indra yang dimiliki oleh awak media, baik dengan penglihatan, penciuman, suasana, dan banyak yang lainnya. Hidup atau tidaknya tulisan itu berdasarkan observasi.

“Penggalian data yang terakhir dengan wawancara. Informasi yang didapatkan harus valid atau A1. Seperti pelaku, korban, saksi mata, pihak berwenang, dan lain-lainnya,” ungkapnya.

Biasanya kendala dalam wawancara yang dilakukan jurnalis itu narasumber sulit ditemui atau kurang kritisnya buruh pena dalam menangkap sebuah informasi. Jangan sampai yang diinginkan berbeda dengan yang didapatkan.

“Fungsi ini bisa menjawab pertanyaan dari pembaca, mengedukasi dengan fakta, pengayaan data yang berada di dalamnya, serta cover both side (seimbang),” ujarnya di event bertema “Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi” ini.

Menurut Lizya, ada beberapa jenis tulisan berita, seperti straight news, depth news, dan features. Cirinya jika Anda ingin tahu, apakah tulisan ini masuk dalam jenis yang mana. Biasanya, jika straight news isinya lugas, atraktif, dan to the point. Informasi penting yang disajikan berada di lead atau paragraf pertama. Pastinya harus memenuhi 5 W dan 1 H.

“Kalau sudah menyantumkan unsur 5 W dan 1 H, bisa masuk dalam kategori berita,” ungkapnya.

Sementara depth news adalah berita mendalam karena laporan yang hendak diberitakan memiliki nilai berita yang berat, baik dari segi fakta, penggalian data, dan dampaknya kepada masyarakat umum. Disebut berita mendalam karena proses penggalian datanya memerlukan perencanaan, persiapan matang, dan analisis yang mendalam. Ada beberapa karakter depth news.

“Unsur berita yang ditekankan adalah why (mengapa peristiwa terjadi) dan how (bagaimana peristiwa itu terjadi). Terkadang so what? (apa yang akan terjadi kemudian) dipakai untuk mendekatkan berita pada kebenaran prediksi lebih lanjut dari suatu peristiwa yang tengah terjadi,” terangnya.

Lizya melanjutkan, untuk berita berupa features, biasanya jenis ini dibuka dengan cerita tapi fakta atau drama yang paling menarik. Observasi di lapangan bisa digunakan untuk data deskripsi dalam pemberitaan, kemudian baru ada data yang lainnya.

“Biasanya tulisan ini mendayu-dayu dan bisa membawa pembaca ikut larut dalam tulisan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, event “Goes to School 2021” bertema “Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi” ini adalah event yang diselenggarakan oleh Tugu Media Group yang bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation (PTI), salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia. Paragon membawahi sejumlah brand, di antaranya Wardah, Emina, Make Over, Putri, dan Kahf.

Acara ini akan digelar di 6 kampus dan 6 sekolah di Jawa Timur, mulai Februari hingga Juli 2021. Sementara itu, UIN Maliki Malang menjadi instansi pendidikan pertama yang menjadi tuan rumah dalam program ini. Sedangkan SMAN 8 Kota Malang menjadi tuan rumah yang kedua. (Mochammad Rochim/ln)

  • Bagikan