JEMBER, Tugujatim.id – Kirab budaya warnai pendaftaran Muhammad Fawait dan Djoko Susanto ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember pada Rabu (29/08/2024). Fawait-Djoko menyatakan siap sebagai calon bupati dan wakil bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Berbagai pertunjukkan dihadirkan, mulai dari drum band, reog, hingga budaya khas Pandhalungan seperti can-macanan kadduk, memeriahkan kedatangan pasangan Fawait-Djoko. Kemacetan pun tidak terhindarkan di sepanjang Jalan Kalimantan menuju Kantor KPU Jember.
Menanggapi kemacetan yang terjadi akibat perjalanan pasangan Fawait-Djoko ke KPU Jember, permintaan maaf pun dilayangkan. Melalui akun instagram resmi @gus.fawait, permintaan maaf diunggah melalui instagram story.
Baca Juga: Ning Ita-Sandi Daftar ke KPU Kota Mojokerto, Usung Misi Keberlanjutan
“Kepada seluruh masyarakat Jember, kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya selama perjalanan kami menuju proses pendaftaran ke Kantor KPU Jember telah mengganggu kelancaran lalu lintas serta aktivitas masyarakat Jember,” dikutip Tugujatim.id di instagram story @gus.fawait pada Kamis (29/08/2024).
Sebelumnya, Gus Fawait, sapaan akrabnya, mengungkapkan alasan di balik pendaftaran dirinya ke KPU dengan iring-iringan budaya. Dia mengaku, kedatangannya bersama Djoko serta ketua-ketua partai politik yang mendukungnya di Pilkada 2024 dibuat secara sederhana.
“Kami tidak mau bikin sesuatu yang fenomenal di tengah-tengah akan kemiskinan di Jember masih sangat tinggi,” ujar Gus Fawait usai mendaftar di KPU Jember, Rabu (29/08/2024).

Meski dibuat sesederhana mungkin, Gus Fawait menegaskan, kedatangannya diiringi kirab budaya tersebut karena kemajuan suatu bangsa dan daerah tidak terlepas dari kebudayaannya.
“Namun, walaupun sederhana kami tetap menampilkan kebudayaan karena bangsa yang maju, daerah yang maju adalah bangsa dan daerah yang berbudaya,” katanya.
Menurut dia, sektor pariwisata di Kabupaten Jember berpotensi meningkatkan perekonomian warga yang dapat berdampak pada penurunan angka kemiskinan.
“Budaya itu yang dimiliki Jember yang begitu kaya sekali, Kabupaten Pandhalungan kabupaten yang kaya akan budaya, potensi wisata, potensi ekonomi, yang bisa membuat pengendalian kemiskinan di Kabupaten Jember lebih cepat ke depannya,” ujar Gus Fawait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








