LUMAJANG, Tugujatim.id – Setelah empat tahun ditutup, pendakian Gunung Semeru yang terletak di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akan segera dibuka kembali.
Melansir dari laman lumajangkab.go.id, pendakian akan segera dibuka usai pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang yang meliputi dinas terkait hingga sesepuh dukun Tengger Semeru.
Di kesempatan itu, turut dibahas seputar persyaratan yang harus dipenuhi calon pendaki yang hendak menyusuri gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Baca Juga: Citimall Bakal Hadir di Tuban, Wajah Kota Segera Berubah!
“Seperti surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas, maupun dokter atau perawat yang terverifikasi,” dikutip Tugujatim.id dari laman lumajangkab.go.id pada Kamis (12/12/2024).
Selain itu, calon pendaki diwajibkan memakai jasa pendamping yang tergabung di pendampingan pendaki Gunung Semeru. Adapun jumlah pendaki, nantinya akan dibatasi sebanyak 200 orang setiap hari. Untuk melihat kuota yang tersedia, calon pendaki dapat melakukan registrasi pendaftaran secara online.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga merekomendasikan agar para pendaki tidak melakukan segala aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan. Adapun radius yang dianjurkan yakni sejauh delapan kilometer dari Besuk Kobokan. Sedangkan dari tepi sungai yaitu pada jarak 500 meter.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Dua Desa di Tuban: Pohon, Rumah, dan Tempat Ibadah Rusak
Para pendaki juga tidak diperkenankan beraktivitas di sekitar kawah Gunung Semeru dengan radius tiga kilometer dari kawah atau puncak. Atau dengan kata lain, pendakian Gunung Semeru hanya akan dibuka sampai Ranu Kumbolo.
Terkait kepastian tanggal dibukanya pendakian Gunung Semeru, hingga saat ini masih menunggu rekomendasi dan izin dari Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








