SURABAYA, Tugujatim.id – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (Sekjen PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut bahwa satu nama sudah dikerucutkan untuk mendampingi Ganjar Pranowo sebagai bacawapres 2024.
Nama tersebut siap diumumkan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, dalam waktu dekat. Mengingat, pendaftaran capres-cawapres ke KPU tinggal mengitung hari yakni mulai 19-25 Oktober 2024.
“Sudah ada, sudah dikerucutkan. Nama-nama yang akan mendampingi Pak Ganjar sudah digodok, sudah tentu saja siap diumumkan, tinggal menunggu momentum yg tepat,” kata Hasto selepas rakor pemenangan Pilpres dan Pileg DPR RI, Kepala Daerah, serta Wakil Kepala Daerah se-Jatim, di Surabaya, pada Sabtu (14/10/2023).
Hasto menyebut, pembahasan nama cawapres sudah dimulai sejak 18 Maret 2023. Beberapa nama yang digodok yakni Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Mantan Gubernur Jabarm Ridwan Kamil; Menparekraf, Sandiaga Uno; Menteri BUMN, Erick Thohir; Menkopolhukam, Machfud MD; Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang; dan Mantan Panglima TNI, Andhika Perkasa.
Namun, Hasto tidak menyebut siapa sosok yang akan diumumkan nantinya. Tetapi, tidak menutup kemungkinan jika ada nama baru selain yang disebutkan di atas. “Namanya sudah siap diumumkan. Dari nama-nama tadi, apakah muncul nama baru? Sebagai suatu upaya untuk membangun konsolidasi politik mengingat tantangan bangsa ini tidak mudah,” jelasnya.
Maksud dari tantangan yang disebut oleh Hasto adalah tentang aspek geopolitik pangan, krisis energi, juga ketegangan di negara Timur Tengah. Sehingga, dibutuhkan sosok pemimpin sekaligus pendamping yang sesuai dengan karakter serta visi Ganjar Pranowo sebagai bacapres yang diusung.
Sementera itu, saat ditanya terkait Khofifah yang digadang-gadang mendampingi Ganjar, Hasto tak menjawab secara gamblang. Tetapi, ia menyebut Khofifah sebagai sosok berprestasi dan mampu menyatukan antara pengajaran Soekarno dan NU.
“Dia orang yang baik. Beliau dulu ketua komisi 6 saya ketika di DPR RI. Sosok yang cerdas dan beliau menjadi Gubernur Jatim itu dukungan rakyat meskipun kami sangat berkontestasi. Tapi akar dari NU yang memiliki kerja sama baik dengan Bung Karno itu menjadikan kami satu,” pungkasnya.
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti








