PASURUAN, Tugujatim.id – Tim pengabdian dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembangkan Smart Feeding System berbasis Internet of Things (IoT) pada bisnis ternak ayam petelur milik Rofi’i, warga Desa Luwuk, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Polinema menerapkan sistem pengelolaan modern berbasis teknologi.
Polinema berupaya untuk menjawab permasalahan pemberian pakan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Dengan populasi sekitar 2.000 ekor ayam dan produksi telur harian mencapai 1.500–1.700 butir, inovasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas peternakan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pelaksana yang diketuai Dinda Ayu Permatasari SST MT dengan anggota tim Fitri ST MT dan Nur Chabibi SPd MT.
Dinda Ayu Permatasari SST MT mengatakan, pemberian pakan dilakukan secara otomatis, terjadwal, dan dengan takaran yang lebih presisi melalui sistem ini. Proses kontrol dapat dilakukan melalui aplikasi Blynk di smartphone, sehingga peternak dapat memantau kondisi pakan dan mengendalikan alat dari jarak jauh.

“Pemberian makan lebih efisien dan otomatis dengan kontrol melalui aplikasi Blynk di smartphone,” katanya.
Dia mengatakan, langkah ini terbukti mengurangi pemborosan pakan, menekan kebutuhan tenaga kerja harian, sekaligus menjaga konsistensi asupan nutrisi ayam. Hasilnya, kualitas dan stabilitas produksi telur meningkat.

Tidak hanya itu, program ini juga menghadirkan aplikasi pencatatan digital untuk menggantikan sistem pencatatan manual yang sebelumnya berpotensi menimbulkan kesalahan dan kehilangan data. Dengan pencatatan digital, informasi produksi dapat diakses kapan saja dan ditampilkan dalam bentuk grafik, sehingga memudahkan peternak dalam mengevaluasi dan mengambil keputusan berbasis data. Pendampingan dilakukan secara intensif agar mitra benar-benar menguasai penggunaan alat dan aplikasi secara mandiri.

Untuk diketahui, program pengabdian ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan pendanaan Tahun 2025.
Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi tepat guna dapat memperkuat sektor agribisnis pedesaan, meningkatkan efisiensi, dan mendorong keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








