MALANG, Tugujatim.id – Tim Peneliti dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) bersama Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses melaksanakan program skema Pemberdayaan Masyarakat melalui hibah BIMA Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek tahun 2025.
Program ini mengusung judul “Implementasi Teknologi Penepung Kotoran Kambing dalam Produksi Pupuk Organik serta Digitalisasi Manajemen dan Pemasaran di UMKM Banijo Farm dengan menyasar penguatan kapasitas produksi sekaligus peningkatan profesionalitas manajemen usaha mitra.
Banijo Farm sendiri berlokasi di Jalan Pandean No.120100, Mbodu, Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang dan dikenal sebagai UMKM di bidang peternakan kambing dan domba. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mengurangi limbah kotoran kambing dengan memanfaatkannya menjadi pupuk organik bernilai jual tinggi.
Serah terima sekaligus pelatihan penggunaan mesin penepung kotoran kambing dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 di Banijo Farm. Tim pengusul yang diketuai oleh Zakiyah Amalia (Polinema), bersama anggota Qonitatul Hasanah (Polije) dan Etik Puspitasari (Polinema), serta empat mahasiswa pendamping, mendampingi mitra dalam memahami cara kerja mesin, perawatan, hingga SOP produksi.

Mesin ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi produksi. Proses manual yang sebelumnya menghasilkan sekitar 50 Kg/Jam dengan waktu fermentasi 1,5 bulan, kini meningkat menjadi ≥100 Kg/ Jam dengan fermentasi yang hanya membutuhkan ±2 minggu. Hasil pupuk organik pun lebih halus, seragam, dan berkualitas.
Selain inovasi alat, tim juga menghadirkan platform digitalisasi manajemen usaha dan keuangan. Website yang dikembangkan berfungsi sebagai pusat informasi dan pelaporan usaha, sementara pencatatan transaksi sehari-hari dipermudah dengan bot Telegram. Dengan sistem ini, setiap pemasukan dan pengeluaran dapat dicatat otomatis melalui percakapan chat, lalu tersimpan rapi dalam database, sehingga laporan keuangan dapat diakses kapan saja dalam bentuk Excel maupun PDF.
“Dari sisi produksi, mitra kini dapat mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik berkualitas dengan waktu lebih singkat. Dari sisi manajemen, pencatatan keuangan yang terintegrasi lewat bot Telegram dan website membuat Banijo Farm lebih transparan, efisien, dan siap bersaing di pasar digital,” jelas Ketua tim, Zakiyah Amalia.
BACA JUGA: Polije Dorong Budidaya Jeruk Berkelanjutan di Kelompok Tani Ngudi Rejeki
Dampak nyata sudah mulai dirasakan, di antaranya meningkatnya kapasitas produksi, berkurangnya limbah yang mencemari lingkungan, serta terciptanya sistem administrasi keuangan yang lebih profesional. Melalui kanal digital dan marketplace, Banijo Farm juga berpeluang memperluas jaringan pemasaran hingga menjangkau konsumen di luar daerah Malang.
Dengan dukungan teknologi modern dan sistem manajemen yang terdigitalisasi, Banijo Farm kini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sebagai UMKM peternakan yang mandiri, inovatif, dan ramah lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Fajrus Shidiq
Editor: Darmadi Sasongko








