JEMBER, Tugujatim.id – Dibukanya penerbangan langsung Jember-Bali dan Bali-Jember pada Jumat (05/12/2025) mendapat sambutan positif dari Ketua Komisi D DPRD Jember Sunarsih Khoris. Dia menilai hadirnya rute udara tersebut menjadi titik awal penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Menurut dia, koneksi langsung ke Bali akan menciptakan efek domino, terutama bagi sektor wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Khoris menyebut jalur baru ini memberi peluang lebih besar bagi wisatawan mancanegara untuk datang ke Jember tanpa harus transit, mengingat Bali merupakan gerbang utama turis luar negeri.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Penerbangan Jember-Bali Hanya 80 Menit, Pangkas Perjalanan Darat 12 Jam
“Ini mengindikasikan ekonomi Jember ke depan berpotensi tumbuh lebih cepat dibanding daerah lain,” tuturnya.
Meski demikian, politikus PKB itu menegaskan perlunya pemerintah daerah memperkuat kualitas layanan publik serta menggencarkan sosialisasi terkait operasional rute baru ini. Dia menilai jalur tersebut sangat membantu warga Jember yang bekerja di Bali.
“Fokusnya ada pada pelayanan masyarakat dan publikasi penerbangan Jember–Bali. Banyak warga kami di Bali, sehingga kehadiran rute ini membuat perjalanan lebih singkat, efisien, dan aman,” jelasnya.
Sebagai pimpinan Komisi D, Sunarsih berharap penerbangan Wings Air tersebut dapat beroperasi secara berkelanjutan. Dia menilai konsistensi layanan sangat penting agar manfaat ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Harapan saya, rute ini tidak berhenti di tengah jalan. Semoga bisa berjalan terus dan membawa keberkahan bagi Jember dan Bali,” ujarnya.
Buka Akses 15 Rute Domestik dan Internasional di Bali
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut tersambungnya Jember dengan Bandara Ngurah Rai sebagai langkah besar bagi daerah.
“Alhamdulillah, akhirnya Jember terhubung dengan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Ini bukan hanya kabar baik untuk Jember, tetapi juga kawasan Tapal Kuda,” ungkapnya.
Fawait menjelaskan bahwa penerbangan Jember-Bali tersebut membuka akses menuju lebih dari 15 rute domestik dan internasional yang berpusat di Bali. Dengan begitu, perjalanan ke berbagai negara menjadi lebih cepat dan praktis bagi warga Jember.
Namun, dia juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur Bandara Notohadinegoro. Dia kembali menegaskan bahwa kondisi bandara perlu dibenahi agar lebih layak.
“Bandara Jember ini sering disebut mirip balai desa atau puskesmas. Tapi dari bangunan sederhana ini, warga bisa terbang ke Jakarta dan Bali,” katanya.
Fawait berharap rute baru tersebut mampu menarik investor, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mempercepat pembangunan daerah.
“Jika Jember diarahkan menjadi pusat ekonomi regional, kami berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan Jember,” tegasnya.
Dia juga mengapresiasi berbagai pihak, mulai dari Lion Group, anggota Komisi VI Gus Rivqy Abdul Halim, forkopimda, hingga masyarakat Jember yang mendukung beroperasinya rute penerbangan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








