News  

Pengabdian Masyarakat, Universitas Surabaya Tanam Pohon di 3 Titik Sidoarjo

Ibu-Ibu PKK Segoro Tambak tampak antusias membuat batik Sari laut yang diadakan kampus Ubaya di sela-sela kegiatan penanaman bibit pohon pisang.
Ibu-Ibu PKK Segoro Tambak tampak antusias membuat batik Sari laut yang diadakan kampus Ubaya di sela-sela kegiatan penanaman bibit pohon pisang. (Foto: Dokumen/Ubaya)

SURABAYA, Tugujatim.idUniversitas Surabaya (Ubaya) melakukan penanaman bibit pohon pisang di Desa Segoro Tambak, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (12/8/2022).

Dalam kegiatan itu ada sekitar 100 bibit tanaman pohon pisang yang ditanam di tiga tempat, yakni Strain Sungai, Tanah Kas, dan di lokasi program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Penanaman tersebut secara simbolis dipimpin langsung oleh Rektor Ubaya, Dr Ir Benny Lianto dan disaksikan oleh jajaran Universitas Surabaya serta perangkat Desa dan Warga Segoro Tambak.

Dalam sambutannya, Benny mengatakan bahwa tanaman pohon pisang dipilih berdasarkan karakteristik tanah desa Segoro Tambak.

“Tanah di Strain Sungai sering terimbas banjir rob yang menjadi momok setiap tahun, terutama untuk warga Segoro Tambak, sehingga memiliki tingkat garam dan timbunan sampah organik dan anorganik yang tinggi. Berdasarkan pertimbangan itulah kami melakukan penanaman pohon pisang jenis Pisang Kepok merah dan pisang Susu,” katanya, Jumat (12/8/2022).

Rektor Universitas Surabaya beserta jajaran dan perangkat desa Segoro Tambak, Sidoarjo, berfoto bersama setelah melakukan penanaman bibit pohon pisang.
Rektor Universitas Surabaya beserta jajaran dan perangkat desa Segoro Tambak, Sidoarjo, berfoto bersama setelah melakukan penanaman bibit pohon pisang. (Foto: Dokumen/Ubaya).

Dia melanjutkan bahwa pemilihan jenis pohon pisang tersebut turut melibatkan pakar biologi dari Fakultas Teknoboologi Universitas Surabaya.

Selain menanam pohon pisang, Ubaya juga membuat motif batik seafood yang diberi nama Sari Laut sebagai ikon Desa Segoro Tambak. Motif ini dibuat oleh Ninik Juniati,  dosen Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya).

Ninik mengatakan, motif batik diberi nama Sari Laut karena terinspirasi dari kekayaan sumber daya alam Desa Segoro Tambak yang hasil utamanya adalah seafood. Motif tersebut diperkenalkan melalui pelatihan membatik yang diikuti oleh 40 ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Anton Prijatno, mengatakan terselenggaranya dua kegiatan ini sebagai program yang menyasar pembangunan manusia serta karakternya.

“Bangunan, fasilitas, dan aset tidak akan bermakna jika manusia yang mempunyai dan mengelolanya tidak berkarakter dan kompeten,” ujarnya.

Hal ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Segoro Tambak, Anik Mahmudah. Dia mengatakan inisiatif semacam ini sangat dibutuhkan untuk kemajuan desa.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Ubaya. Harapannya ada sinergi yang lebih intens lagi di masa mendatang,” tutupnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim