MALANG, Tugujatim.id – Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) yang juga pengamat kepolisian Bambang Rukminto tidak mau berspekulasi lebih terkait motif insiden ditodong pistol mainan oleh empat orang misterius di Jalan Danau Yamur, Kelurahan Sawojajar, Kota Malang, Jumat sore (23/06/2023).
“Ya, kalau saya nggak mau berspekulasi, biar rekan-rekan kepolisian yang menyelidiki. Cuma aneh juga kalau itu kejahatan biasa, kenapa yang ditarget kok HP saya,” ungkap Bambang kepada awak media, Sabtu (24/06/2023).
Bambang juga mengakui bahwa dirinya memang kerap memberikan kritikan terhadap kepolisian. Terakhir, Bambang memberikan kritikan terkait salah seorang perwira di kepolisian yang mendapat promosi sebagai jenderal bintang satu. Padahal, dia mengatakan, yang bersangkutan mendapat demosi 5 tahun.
“Banyak statement saya terkait kritik kepada kepolisian. Terakhir soal demosi salah satu perwira di kepolisian yang mendapatkan promosi bintang satu. Padahal, sudah didemosi 5 tahun, tapi kemudian dianulir jadi satu tahun,” ungkap Bambang.
Baca Juga: Minta HP! Pengamat Kepolisian Ditodong Pistol Sekelompok Orang Tak Dikenal di Sawojajar Malang
Dia juga heran mengapa pihak penodong tidak meminta uang miliknya. Padahal, dia baru saja keluar dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) malahan meminta telepon selulernya.
“Mereka hanya meminta HP saya saja, kalau kejahatan biasa mengapa hanya meminta HP saja,” ungkap Bambang saat menceritakan insiden ditodong pistol.
Atas peristiwa ini, dia berharap Pemerintah Kota Malang bisa lebih memperhatikan tentang sistem keamanan. Apalagi Pemerintah Kota Malang bakal mencanangkan smart city di era digital ini.
Dia mengatakan, ini yang harus menjadi perhatian pemerintah bahwa Kota Malang yang dikenal aman ini ternyata masih ada kelompok-kelompok bersenjata.
Diberitakan sebelumnya, dugaan Bambang Rukminto, seorang pengamat kepolisian ditodong pistol mainan dari sekelompok orang tidak dikenal. Insiden ini terjadi ketika dia keluar dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jalan Danau Yamur, Kota Malang, Jumat sore (24/06/2023).
Baca Juga: Usut Kasus Pengamat Kepolisian Ditodong Pistol, Kasatreskrim: Masih Kumpulkan Data
Bambang yang juga seorang peneliti di Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) ini menceritakan kronologi kejadian penodongan pistol itu. Saat itu dia tengah keluar dari ATM usai mengambil uang pada Jumat (23/06/2023), sekitar pukul 14.45 WIB.
Sekitar 400 meter dari ATM, pengamat kepolisian ini kemudian dihadang empat orang tidak dikenal menggunakan dua motor. Setelah itu dua orang turun dari kendaraan dan langsung menodongkan pistol mainan dan hendak meminta smartphone miliknya.
Writer: Yona Arianto
Editor: Dwi Lindawati








