MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kawasan Wisata Religi Mojokerto diserbu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau pengemis musiman selama akhir Ramadan. Mereka meminta-minta kepada para peziarah atau pengunjung kawasan wisata religi tersebut.
“Berdasarkan giat patroli dan inspeksi pengendalian PMKS sekaligus mengantisipasi lonjakan PMKS dari luar daerah di beberapa area wisata religi di Kabupaten Mojokerto,” ujar Mahendra, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/03/2025).
Dari patroli dan inspeksi PMKS, didapatkan seorang pengemis asal Trowulan masuk ke area Pendopo Agung sementara 4 orang pengemis tidak berani masuk ke area dan hanya beraksi di pagar depan area pendopo. Namun saat didekati petugas, keempat pengemis tersebut malah kabur menggunakan motor jemputan.
BACA JUGA: 15.000 Lebih Rumah Tak Layak Huni di Mojokerto Bakal Direhabilitasi Melalui Skema CSR
“Mereka yang kabur itu disinyalir pengemis musiman luar daerah Kabupaten Mojokerto, biasanya beraksi pas maleman begini atau 10 hari terakhir bulan puasa,” sambung Mahendra.
Sementara, terdapat 1 orang pengemis musiman asal Trowulan yang sedang mangkal di area Wisata Religi Makam Troloyo. Kemudian, dari pendataan Satpol PP ada 8 orang pengemis warga lokal serta 1 orang pengemis disabilitas tuna netra yang juga warga lokal.
“Total ada 10 orang pengemis yang melakukan kegiatan meminta-minta, 9 orang di antaranya tidak ada di tempat tapi sebelumnya sudah kami data, 1 orang terciduk mangkal,” tandas Mahendra.
BACA JUGA: Pasar Murah Jelang Lebaran Jadi Opsi Pengendalian Inflasi di Mojokerto
Mahendra mengatakan bahwa patroli dan inspeksi ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di beberapa area wisata religi. Sekaligus, memberikan rasa nyaman kepada para peziarah atau pengunjung yang sedang fokus maleman pada akhir bulan Ramadan ini.
“Pengemis yang kedapatan mangkal dilakukan pendataan oleh petugas disaksikan pengelola wisata religi dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi kegiatan mengemis atau meminta-minta,” ujar Mahendra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








