Sederet Penjual Televisi di Malang Tak Khawatirkan jika Layanan TV Analog Dihentikan - Tugujatim.id

Sederet Penjual Televisi di Malang Tak Khawatirkan jika Layanan TV Analog Dihentikan

  • Bagikan
Sejumlah pengunjung di gerai penjualan televisi digital Kota Malang. (Foto : Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim) televisi analaog, televisi digital,
Sejumlah pengunjung di gerai penjualan televisi digital Kota Malang. (Foto : Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menetapkan kebijakan baru terkait penghentian siaran televisi analog per 2 November 2022. Sejak kebijakan itu diumumkan, sosialisasi terus dilakukan untuk mengajak masyarakat beralih ke televisi digital.

Terkait hal ini, di Kota Malang sendirinya rupanya mayoritas masyarakat sudah beralih ke televisi digital. Hal ini dilhat dari prosentase pembelian televisi digital di sejumlah toko Kota Malang.

”Kalau dilihat secara penjualannya (televisi digital) memang sudah banyak. Kalau diprosentasekan 60 banding 40 persen. Rata-rata memang beralih karena kualitas dan channelnya lebih baik,” ungkap Marketing Elektronik Transmart Malang, Ari S, Kamis (11/3/2021).

Ari melanjutkan, secara teknologi perkembangan televisi digital dibanding televisi analog memang dinilai lebih baik. Terlebih pada kualitas gambarnya. Sekarang ini, kata Ari bahkan stasiun televisi juga menghadirkan 2 saluran, baik analog maupun digital.

“Sekarang sudah banyak stasiun televisi yang memiliki dua saluran, saluran digital dan analog. Kalau kualitas digital memang lebih bagus, lebih jernih dan tidak ada titik titik semut atau bayang bayangnya,” paparnya.

Hal senada terjadi di penjualan televisi lain seperti di Hypermart Malang. Diungkapkan Fendy Agus, Sales Marketing Hypermart, prosentasenya ada 50 : 50 persen, terus meningkat apalagi sejak sinyal televis digital sudah mulai merambah luas sekitar 2020 lalu.

Kehadiran televisi digital, kata dia juga memang lebih baik secara teknologi. Pada dasarnya, antena digital dan antena biasa sama saja, hanya saja antena biasa tidak bisa menangkap sinyal digital.

”Di Malang ini kalau pakai antena biasa, Trans TV, Trans 7, CNN, CNBC dan Global TV itu gak ada. Sekarang signal mereka sudah digital. Hanya sinyal digital yang bisa menangkap itu,” terangnya.

Lebih jauh, dari segi harga untuk televisi digital juga tak beda jauh dari televisi analog. ”Mungkin hanya lebih mahal Rp 100 ribu dibanding televisi analog,” pungkasnya. (azm/gg)

  • Bagikan