MALANG, Tugujatim.id – Siswa-siswi SMKN 1 Turen mengisi panggung pentas seni selama sekitar delapan jam tanpa henti untuk merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-55 SMKN 1 Turen, pada Senin (16/1/2023).
Di panggung yang dibangun di hanggar SMKN 1 Turen itu, mereka menampilkan berbagai macam keahlian. Mulai dari bermusik, tari, drama, bela diri, hingga demo masak.
Lebih dari 2.000 siswa dari semua angkatan memadati area panggung dan sekitarnya untuk menikmati suguhan kreatif dari teman-teman mereka.

Mengenai makna dari HUT ke-55, Kepala SMKN 1 Turen, Edy Prayoga mengatakan bahwa ia teringat dengan kehidupannya sendiri yang juga menginjak usia 55 tahun. Ia melihat kehidupan ini penuh dengan dinamika dan itu adalah hal yang wajar. “Bagi guru, siswa, dan TU (tata usaha), menyatu dengan dinamika itu adalah hal biasa untuk mencapai sesuatu yang lebih baik,” katanya.
Untuk itu, Edy berpesan agar dinamika ini dilalui dengan mencetak prestasi yang lebih besar serta menjadikan SMKN 1 Turen lebih unggul dan lebih berjaya. “Tadi saya sampaikan bahwa bagi siswa, prestasi harus tetap ditingkatkan. Bagi TU, keunggulan dan pelayanan prima (ditingkatkan). Bagi guru, ini kejayaan yang harus dipupuk agar tak terjadi kemunduran,” pesannya.
Ketua panitia pelaksana, Ghoniyatul Maziyah mengatakan bahwa pentas ini tak hanya untuk merayakan HUT ke-55 saja, tetapi juga menjadi wadah bagi para siswa untuk mengekspresikan diri melalui kreativitas.

“Perlu kami akomodir kreativitas anak-anak. Setelah pandemi (Covid-19) anak-anak harus dibangkitkan kembali motivasi belajarnya. Motivasi belajar akan muncul kalau sekolah ini menjembatani dan memberikan wadah bagi anak-anak untuk berekspresi,” ujarnya.
Selain memberi wadah dalam bentuk pentas seni, Ghoni mengatakan bahwa sekolah menyerahkan kepanitiaan HUT ke-55 sepenuhnya kepada siswa kelas 12. “Jadi ini tradisi, setiap HUT yang bertanggung jawab adalah anak-anak kelas 12,” jelasnya.
Tema HUT yang diambil kali ini adalah “Fyflouristic atau Fifty Five Marvelous Rise Up and Energetic”. Menurut Ghoni, tema tersebut menggambarkan kekompakan dari para panitia yang sebelumnya jarang bertemu akibat pandemi. “Anak-anak itu kelas 10 nggak pernah ketemu, kemudian kelas 11 juga masih repot PKL. Sehingga begitu masuk, sudah kelas 12. Untuk menyamakan visi misi itu sulit,” paparnya.

Namun, kata dia, mereka tak menyerah dan terus bekerja dengan giat sehingga acara HUT ke-55 ini bisa terlaksana dengan maksimal.(ads)








