JEMBER, Tugujatim.id – Perjalanan Kereta Api (KA) Pandalungan relasi Gambir-Jember mengalami keterlambatan gegara luapan air banjir di wilayah Daop 4 Semarang, tepatnya di petak jalan Hulu Kalibodri–Kaliwungu, KM 20+7/8 BH 111.
Petugas pemeliharaan jalur rel pertama kali menemukan genangan air di lokasi tersebut pada pukul 19.40 WIB. Kondisi ini memaksa pihak KAI mengurangi kecepatan laju KA Pandalungan selama masa penanganan demi menjaga keamanan operasional perjalanan.
Baca Juga: Meluapnya Sungai di Grobogan Paksa Kereta Api Pandalungan Gambir-Jember Putar Lewat Solo-Surabaya
Dampak dari kejadian tersebut cukup signifikan. Berdasarkan data terakhir pada pukul 09.00 WIB, rangkaian KA Pandalungan menuju Jember mengalami penundaan hingga 220 menit atau hampir empat jam.
Ini disebabkan oleh penumpukan jadwal dan pengaturan ulang arus lalu lintas kereta di area yang terkena dampak. Estimasi kedatangan di Stasiun Jember diprediksi sekitar pukul 13.00 WIB.
KAI Fokus pada Keselamatan dan Normalisasi Jadwal
Manager Bidang Hukum dan Hubungan Masyarakat KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan bahwa keselamatan penumpang dan normalisasi jadwal menjadi fokus utama perusahaan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas hambatan yang dialami. Sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap penundaan ini, pihak KAI telah menyediakan kompensasi layanan berupa hidangan dan minuman untuk semua penumpang KA Pandalungan mengikuti ketentuan yang ada,” terang Cahyo pada Jumat (16/01/2026).
Baca Juga: Kesaksian Penjaga Rel Kereta: Ada Bunyi Keras saat KA Pandalungan Anjlok
Di sisi lain, meski perjalanan dari Gambir ke Jember terganggu, KAI menjamin bahwa rangkaian KA Pandalungan arah sebaliknya dari Jember ke Pasar Senen tetap berjalan normal dan dijadwalkan pada pukul 16.00 WIB tanpa perubahan.
Pihak KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk terus memberikan update terbaru secara rutin kepada para penumpang melalui seluruh platform komunikasi resmi sesuai dengan perkembangan situasi terkini di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








