TUBAN, Tugujatim.id – Kebijakan penutupan pasar hewan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung dari 28 Januari hingga 17 Februari 2025, kini resmi diperpanjang selama sepekan ke depan. Keputusan ini diambil karena masih ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah tersebut.
“Diperpanjang penutupan sampai tujuh hari ke depan. Situasi sudah lebih terkendali, tetapi masih ada kasus yang muncul,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban Eko Julianto pada Jumat (21/02/2025).
Baca Juga: Tuban Terima Tambahan 29 Ribu Dosis Vaksin PMK
Eko menjelaskan, sejumlah langkah terus dilakukan untuk menekan penyebaran wabah PMK, termasuk vaksinasi, penyuluhan kepada peternak, serta penutupan sementara pasar hewan.
Menurut dia, kebijakan ini bertujuan untuk membatasi mobilitas ternak yang berisiko mempercepat penyebaran virus.

“Kami juga terus melakukan penyuluhan agar peternak lebih memahami pentingnya vaksinasi dan menjaga kebersihan kandang. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi risiko penyebaran PMK lebih lanjut,” tambahnya.
Berdasarkan data terbaru per 19 Februari 2025, jumlah kasus PMK di Tuban tercatat sebanyak 312 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 257 ekor telah dinyatakan sembuh, 28 ekor masih dalam perawatan, 22 ekor mati, dan 5 ekor dipotong paksa.
Baca Juga: Pemkab Tuban Tutup Seluruh Pasar Hewan Selama 21 Hari Demi Tekan Penyebaran PMK
Pemkab Tuban terus mengimbau para peternak agar meningkatkan kebersihan kandang dan memperketat pengawasan terhadap hewan ternak mereka. Selain itu, vaksinasi tetap menjadi prioritas dalam upaya pengendalian wabah ini.
Dengan perpanjangan penutupan pasar hewan ini, diharapkan kasus PMK dapat semakin ditekan sehingga aktivitas jual beli ternak bisa kembali berjalan dengan aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati