• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tim ProFauna Indonesia saat melakukan pemetaan lahan di lereng Gunung Arjuna usai terjadi banjir bandang. (Foto: ProFauna)

Tim ProFauna Indonesia saat melakukan pemetaan lahan di lereng Gunung Arjuna usai terjadi banjir bandang. (Foto: ProFauna)

Penyebab Banjir Bandang di Kota Batu, 150 Hektare Hutan Lindung Hilang hingga Alih Fungsi Lahan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Bulukerto, Kota Batu, hingga memakan 7 korban jiwa diduga tidak hanya karena faktor curah hujan tinggi yang mencapai 80-100 mm kubik. Tapi, diduga karena ada kaitannya dengan perubahan alih fungsi lahan.

ProFauna Indonesia menyampaikan analisis itu, yaitu sekitar 90% hutan lindung di lereng Gunung Arjuna telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian, hotel, permukiman, hingga pariwisata. Dia mengatakan, ada sekitar 150 hektare hutan beralih fungsi jadi pertanian di hulu sungai di kawasan Tulungrejo dan Sumberbrantas.

You might also like

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

20/07/2026 5:01 PM
Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM

”Banyak hutan lindung yang berada di lereng Gunung Arjuna telah beralih jadi lahan pertanian sayur. Padahal, seharusnya hutan lindung gunanya untuk menjadi bendungan alam dan mencegah bencana longsor,” ungkap Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid saat dihubungi Minggu (07/11/2021).

Dia menambahkan, aliran sungai yang terjadi banjir bandang mulanya adalah sungai mati. Tidak teraliri air jika tidak terjadi hujan. Namun, saat dia melakukan pemetaan kemarin ditemukan ada banyak lahan yang beralih fungsi.

”Kami khawatir ada bencana susulan karena kondisi bendungan alam di atas sudah rusak. Belum lagi juga masih ada banyak sisa pohon-pohon tumbang akibat kebakaran pada 2019 lalu,” kata Rosek.

Peta banjir dan situasi ruang terbuka hijau  (RTH) di Kota Batu. (Foto: WALHI/Tugu Jatim)
Peta banjir dan situasi ruang terbuka hijau  (RTH) di Kota Batu. (Foto: WALHI)

Menurut dia, luasan hutan lindung di Malang Raya, termasuk di Kota Batu, sudah pada tahap kritis. Belum lagi kejadian kebakaran yang terjadi semakin memperparah kondisi hutan. Dalam kondisi seperti ini, dia melanjutkan, sudah waktunya rehabilitasi atau pemulihan hutan lindung.

”Bukan malah menanam pohon, bukan sayur, atau malah tanaman porang,” tegas dia.

Data serupa juga disampaikan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jatim, ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Batu saat ini hanya tersisa sebesar 12-15 persen. Padahal, sesuai UU Nomor 25 Tahun 2007, Pasal 29 Ayat 2, luasan minimal RTH di suatu wilayah kabupaten/kota adalah 30 persen dari total luas wilayah.

Ketua Walhi Jatim Purnawan D. Negara pada Jumat (05/11/2021) memaparkan jika dalam kurun 20 tahun terakhir, 348 hektare hutan primer di Kota Batu hilang. Data terakhir yang dihimpun, eksistensi keberadaan lahan hijau dari luas 6.034,62 pada 2012 menjadi 5.279,15 hektare pada 2019.

”Banyak dari kawasan di sana sudah beralih fungsi menjadi lahan produktif untuk wisata, hotel, dan perumahan,” jelasnya.

Sementara itu, Dirut Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan membenarkan jika sudah banyak lahan hutan primer di Kota Batu beralih fungsi. Khususnya di bagian barat yang mengakibatkan luasan sungai menyempit.

”Perubahan tata guna lahan sudah luar biasa di bagian barat Kota Batu yang akhirnya membuat daerah tutupan lahan yang membendung luberan air menjadi berkurang,” kata dia.

Tags: Aktivis lingkunganalih fungsi lahanbanjir bandangGunung ArjunaKota BatuPenyebab banjir bandangProfauna IndonesiaWalhi Jatim
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Pertanian di Malang.

Wamentan Sudaryono Dorong Modernisasi Pertanian di Malang, 50 Gapoktan Terima Bantuan Mesin Panen dan Olah Tanah

by Dwi Linda
20/07/2026 2:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat modernisasi pertanian. Upaya memajukan pertanian di...

Next Post
Rumah di bantaran sungai di Kota Batu yang terdampak banjir bandang tak akan dibangun ulang. (Foto: Aisyah Nawangsari Putri/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Rumah di Bantaran Sungai Kota Batu yang Diterjang Banjir Bandang Tak Akan Dibangun Ulang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID