Penyebab Suhu Panas di Malang Raya: Gerak Semu Matahari - Tugujatim.id

Penyebab Suhu Panas di Malang Raya: Gerak Semu Matahari

  • Bagikan
Ilustrasi suhu udara yang terasa panas di beberapa wilayah di Indonesia. (Foto: Pixabay) tugu jatim
Ilustrasi suhu udara yang terasa panas di beberapa wilayah di Indonesia. (Foto: Pixabay)

MALANG, Tugujatim.id – Suhu panas di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Malang Raya terasa semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso Malang menyebut peningkatan suhu tersebut disebabkan oleh posisi semu matahari.

“Jadi matahari itu punya yang namanya pergerakan semu, jadi seakan akan matahari itu bergerak. Kita perhatikan itu dampak yang bisa kita rasakan salah satu di antaranya adalah kondisi yang panas,” ujar Achmad Luthfi, prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso Malang¬† ketika dihubungi, Minggu (17/10/2021).

Menurutnya di bulan Oktober 2021 ini, matahari berada di posisi tepat di atas wilayah ekuator. Sehingga panas yang dirasakan di sejumlah wilayah termasuk Kota Malang jauh lebih intens.

“Kemudian kondisi awan sedikit, sehingga tidak ada penghalang. Maka dampak panas yang kita rasakan itu jauh lebih terasa lebih dibandingkan biasanya,” jelasnya.

Untuk itu, dia memastikan bahwa informasi yang beredar tentang adanya gelombang panas merupakan informasi bohong. Karena berdasarkan data dari BMKG, panas yang kini tengah dirasakan merupakan akibat gerak semu matahari.

“Terkait gelombang panas itu hoaks. Jadi masyarakat kita memang lebih muda menerima sesuatu yang hanya informasi sesaat aja. Yang dirasakan ini dianggap sesuatu kejadian yang ekstrem, belum tentu juga. Misalnya apakah ini merupakan kondisi paling panas belum tentu juga,” paparnya.

Dia juga menjelaskan bahwa panas dan gerah merupakan hal yang berbeda. Disebutkan, panas berhubungan dengan suhu. Sementara gerah berhubungan dengan kadar kelembaban udara.

“Kalau panasnya sampai kapan, otomatis matahari bergerak terus. Pada saat matahari ada diatas kita itu istilahnya kulminasi. Kemudian dia akan mencapai titik paling selatan pada periode akhir Desember,” bebernya.

Kemudian pada akhir Desember 2021 sekitar tanggal 20 itu nantinya matahari akan mulai bergerak ke arah utara. Di sisi lain, dia juga mengatakan bahwa sekitar Februari hingga Maret 2022, matahari juga akan berada tepat di atas Kota Malang.

“Tapi dampak yang dirasakan akan berbeda karena hujan sudah mulai banyak. Kemudiaan awan juga sudah banyak sehingga dampaknya bisa berbeda,” jelasnya.

  • Bagikan