Penyekatan Selama PPKM Darurat Bikin Macet, Polres Malang: Agar Masyarakat Malas Keluar Rumah

  • Bagikan
Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Penerapan PPKM Darurat di Malang Raya tidak dipungkiri memang menimbulkan kemacetan di pintu-pintu masuk menuju Malang Raya, tak terkecuali di Kabupaten Malang.

Kemacetan ini seringkali timbul karena adanya penyekatan di beberapa titik pintu masuk Kabupaten Malang seperti di Exit Tol Singosari, para pengendara harus melewati pengecekan mulai dari surat tugas dari kantor, kartu vaksin, hingga surat Swab Antigen.

Total ada 10 pos pengecekan, 7 pos observasi, 2 pos pembatasan mobilisasi masyarakat yang didirikan selama PPKM Darurat dari 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 ini.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Agung Fitriansyah, tidak memungkiri jika selama penyekatan memang terjadi kepadatan kendaraan atau kemacetan. Ia justru mengatakan jika kemacetan itu akan membuat masyarakat malas keluar rumah, sehingga PPKM Darurat bisa berjalan lancar.

“Kita kan sudah bergabung dengan jajaran Satlantas Malang Raya, jadi beberapa check point ini sudah kita tentukan. Kalaupun Ada kepadatan itu tidak masalah, memang tujuannya untuk membuat masyarakat malas keluar rumah,” terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis (08/07/2021).

Namun, ia juga mengatakan jika anggotanya tetap akan melakukan rekayasa lalu lintas jika sudah terjadi kemacetan parah.

“Tapi sekalipun ada kemacetan kita akan lakukan rekayasa-rekayasa (lalu lintas),” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Malang, Letkol Inf Yusub Dody Sandra, juga tidak memungkiri adanya kemacetan akibat penyekatan. Namun, ia percaya bahwa Polres Malang akan melakukan langkah-langkah untuk mengurai kemacetan.

“Betul diadakannya penyekatan ini tentunya dari rekan-rekan kepolisian ini akan membuat langkah untuk mencegah kemacetan. Jadi ada titik-titik penguraian untuk mengurangi kemacetan,” paparnya.

“Tentu kalau tidak keluar dari kemacetan itu akan menimbulkan kerumunan juga. Tapi kita upayakan bersama untuk menurunkan Covid-19,” pungkasnya.

  • Bagikan