JEMBER, Tugujatim.id – Peretasan terhadap Pusat Data Nasional (PDN) melalui serangan ransomware sejak Kamis (20/06/2024), tidak memberikan dampak atau pengaruh terhadap pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jember Bobby Arie Sandy menyatakan, setidaknya 30 persen data backup disimpan di PDN. Sesuai dengan yang diajukan Pemkab Jember, PDN hanya menerima 30 persen data yang ada di Indonesia.
Karena itu, Bobby Arie Sandy menegaskan, jika terjadi peretasan PDN tidak langsung memberikan dampak seperti terganggunya pelayanan publik. Dia juga mengaku, data yang berapa di PDN merupakan data cadangan.
Baca Juga: Kecelakaan Bus di Tol Jombang-Mojokerto, Satu Korban Tewas
“Jadi kalau pun ada persoalan diretasnya data PDN, alhamdulillah untuk data aplikasi yang di kami tidak ditanam di sana (PDN), tapi hanya data backup-nya saja. Kami backup ulang tetap tidak ada masalah untuk pelayanan publik tetap aman,” ujar Bobby Arie Sandy saat ditemui di Gedung DPRD Jember, Selasa (07/02/2024).
Bobby Arie Sandy juga menjelaskan, setiap tahun pihaknya selalu mengantisipasi melalui kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).
“Mungkin bulan depan ini juga beliau akan hadir, bahkan juga besok ada undangan dari diskominfo provinsi, termasuk narasumbernya dari BSSN, akan menyampaikan terkait ini,” jelas Bobby Arie Sandy.
Baca Juga: Menyelami Jernihnya Mata Air Krawak Tuban, Oase Tersembunyi di Jawa Timur!
Dia juga menegaskan soal data backup itu wajib dan harus ada agar ketika data yang satu mengalami peretasan, data yang satunya masih dapat difungsikan.
“Terkait 30 persen data yang diunggah Pemkab Jember di PDN, hanya backup saja, bukan data inti yang untuk aplikasinya hanya backup saja,” tegas Bobby Arie Sandy.
Sekadar informasi, dihimpun oleh Tugujatim.id dari beberapa sumber, dampak terjadinya peretasan PDN mengakibatkan terganggunya pelayanan, seperti pada imigrasi hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








