JEMBER, Tugujatim.id – Puncak perhelatan akbar Agriculture Innovation Technology Competition 2025 (AITeC7 2025) di Politeknik Negeri Jember (Polije) siap digelar. Mengusung dua tema besar, rangkaian AITeC7 2025 akan berlangsung 28–30 September mendatang.
Dengan mengusung tema “Sinergi Inovasi Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Ketahanan Pangan Nusantara dalam Rangka Mewujudkan Asta Cita dan Visi Indonesia Emas 2045.”
AITeC sendiri merupakan kompetisi tahunan di bidang pertanian yang diikuti oleh Politeknik seluruh Indonesia. Dua kategori utama yang dilombakan, yaitu Inovasi Teknologi Bidang Pertanian dan Kontes Vokasi Bidang Pertanian. Dengan cakupan subtema mekanisasi, produk pangan lokal, agribisnis, hingga peternakan.
Pada kategori inovasi teknologi, ruang lingkup kompetisi mencakup 15 bidang, mulai dari teknologi pertanian dan bioteknologi, rekayasa pertanian, agribisnis, teknologi informasi pertanian, energi baru dan terbarukan, perikanan, peternakan, hortikultura, perkebunan, hingga pengolahan limbah pertanian.
Sementara untuk kontes vokasi, cabang lomba yang dilombakan meliputi teknik okulasi tanaman, pembuatan media tanam organik, mekanisasi pertanian dengan desain AutoCAD, hingga barista kopi.

Ajang ini diharapkan mampu menguji keterampilan praktis mahasiswa agar bisa mendukung peningkatan mutu dan produktivitas sektor pertanian.
Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengatakan, kompetisi ini terus digalakkan sebagai ruang lahirnya karya unggul berbasis teknologi. Antusiasme peserta terus bertambah. Puluhan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersiap adu gagasan inovatif guna menjawab tantangan sektor pertanian.
“Babak final ini menjadi puncak dari rangkaian panjang AITeC7. Kami melihat semangat luar biasa dari mahasiswa dalam melahirkan karya yang memadukan teknologi dan kearifan lokal. Inilah bukti nyata bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., menambahkan, bahwa kompetisi ini tidak hanya dikemas sebagai kompetisi semata, namun juga menjadi sarana untuk menggali kompetensi mahasiswa agar bisa berkontribusi baik di masa mendatang.
“Kami berharap ide-ide yang lahir di babak final tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi terus dikembangkan hingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. AITeC7 adalah awal dari perjalanan panjang mahasiswa untuk berkarya di dunia pertanian,” jelasnya.
Selain itu, AITeC7 2025 juga menyiapkan total hadiah jutaan rupiah. Juara umum akan memperoleh trofi bergilir AITeC dari BAKORMA, sertifikat, dan hadiah uang tunai.
Peserta yang lolos hingga tahap final juga akan mendapatkan sertifikat, sementara seluruh peserta berhak atas e-sertifikat.
Jadwal pelaksanaan dimulai sejak pendaftaran peserta pada 20 Juli–11 Agustus 2025. Seleksi proposal berlangsung 11 Agustus–1 September, dilanjutkan pengumuman hasil seleksi tahap I pada 18 Agustus, dan tahap II pada 8 September 2025.
Untuk kontes vokasi, seleksi online digelar 25–27 Agustus 2025, sedangkan hasil babak penyisihan diumumkan pada 8 September 2025.
Nantinya, pemenang AITeC7 2025 akan mendapatkan dana pembinaan serta peluang untuk mengembangkan inovasi bersama mitra strategis Polije.
Untuk itu, ajang ini diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda kreatif yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








