TUBAN, Tugujatim.id – Suasana pagi di Taman Hutan Kota Abhipraya, Kabupaten Tuban, Jatim, tampak berbeda dan penuh warna pada Jumat (28/11/2025). Ratusan peserta dari berbagai kalangan tumplek blek merayakan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 yang dikemas meriah dan hangat.
Acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini dihadiri Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, Sekda Tuban Budi Wiyana, jajaran forkopimda, Ketua TP-PKK Ayuk Krisnawati Joko Sarwono, Ketua DWP sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Tuban Sri Rahayu Budi Wiyana, kepala OPD, para camat, hingga ratusan ASN Pemkab Tuban. Siswa SLB, SD, dan SMP se-Kabupaten Tuban turut meramaikan kegiatan ini.
Baca Juga: Pertuni Tuban Desak Evaluasi Perda Disabilitas: Jangan Hanya Jadi Formalitas
Usai pembukaan, peserta diajak mengikuti senam bersama yang langsung mencairkan suasana. Kegiatan berlanjut dengan pembelajaran bahasa isyarat dasar, mengajak seluruh peserta untuk memahami bentuk komunikasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Tidak berhenti di situ, panggung apresiasi menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian. Para siswa SLB menunjukkan kemampuan terbaik mereka melalui pantomim, tarian, pembacaan puisi, hingga fashion show inklusif yang disambut tepuk tangan meriah dari tamu undangan.
Wabup Ingatkan Pemenuhan Hak Disabilitas
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono menyampaikan salam dari Bupati Aditya Halindra Faridzky yang tidak dapat hadir. Dia menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperhatikan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Dia juga menegaskan pentingnya aksesibilitas di berbagai fasilitas publik. Mulai gedung layanan, ruang terbuka, hingga ruang layanan instansi vertikal—semua diharapkan semakin ramah disabilitas.
“Seluruh perangkat daerah harus memastikan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas berjalan optimal,” tegasnya.

Tidak hanya soal akses fisik, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan juga mendapat perhatian serius.
“Pelayanan kesehatan harus ditangani tenaga kompeten. Sementara pendidikan harus menjamin tidak ada anak penyandang disabilitas yang putus sekolah. Mereka punya hak untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya,” ujar Wabup Joko.
Dia juga mengingatkan bahwa dunia kerja memiliki kewajiban membuka ruang kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas sesuai amanat undang-undang. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan sejak dini dianggap menjadi modal penting menuju kemandirian.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini menjadi ruang besar bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan potensi, keberanian, dan kreativitas mereka. Melalui kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Kabupaten Tuban menegaskan komitmen untuk terus memperkuat layanan inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh penyandang disabilitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








