• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi anak badak menyusuri hutan bersama ibunya. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)

Ilustrasi anak badak menyusuri hutan bersama ibunya. (Foto: Pinterest)

Peringati Hari Badak Sedunia, Inilah Faktor Penyebab Satwa Ikonik Itu Bisa Punah!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Pada 22 September menjadi Hari Badak Internasional yang digagas oleh World Wide Fund Nature (WWF) Afrika Selatan, lembaga non pemerintah yang bergerak untuk melindungi satwa liar, termasuk populasi badak di Afrika Selatan. WWF terus fokus melaksanakan program-program yang telah dibuat dan melakukan kerja sama dengan pemerintah seperti diberitakan Media Neliti. Di antaranya, kegiatan konservasi, perluasan kawasan hutan lindung, translokasi, dan peningkatan manajemen.

Hingga hari ini, masih marak kasus penggunaan bagian tubuh badak, yaitu culanya untuk bahan obat, hiasan dekorasi properti, hingga jadi koleksi guna menunjukkan status sosial. Hal inilah yang membuat para pencinta alam tergerak hatinya sehingga banyak terbentuk komunitas lingkungan.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

Sebagaimana dikutip dari HIMAKOVA IPB, pada tahun 2010 adalah kondisi terburuk badak di seluruh dunia, hanya kurang dari 30.000 ekor yang hidup di dunia saat itu. Kemudian diumumkanlah pada 2011 bahwa setiap 22 September, dunia memperingati World Rhino Day atau Hari Badak Sedunia dalam upaya penyelamatan badak yang masih tersisa di seluruh dunia.

Sebenarnya apa saja faktor penyebab kepunahan satwa ikonik ini? Dikutip dari beberapa sumber, cula badak diincar karena harganya yang selangit. Dilansir dari National Geographic Grid, harga cula badak sangat tinggi, sampai organisasi Save the Rhino melarang media di seluruh dunia untuk memublikasikannya.

Hal itu dilakukan para konservasionis karena mereka khawatir, hal ini justru akan mendorong lebih banyak penjahat masuk ke perdagangan cula badak dan merangsang lebih banyak permintaan konsumen.

Kandungan Cula Badak

Terlepas dari berapa harga cula badak, perlu dicatat bahwa tanduk badak mengandung keratin, senyawa yang juga ada pada kuku kuda, paro kakatua, dan juga pada rambut dan kuku kita. Melansir dari  National Geographic Grid, harga cula badak tinggi karena digunakan untuk pengobatan tradisional di China, meski belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan culanya memiliki nilai obat.

Betina Hanya Lahirkan 1 Ekor Badak

Dilansir dari artikel LIPI, Ridwan Setiawan, Koordinator Lapangan Camera Trap WWF menjelaskan, seekor badak betina hanya melahirkan seekor anak setiap kali melahirkan setelah mengandung sekitar 18-20 bulan.

Badak Sulit Diawasi

Selain itu, badak Jawa termasuk hewan yang soliter atau suka menyendiri sehingga sulit untuk diamati atau dipantau keberadaannya. Badak lebih memilih berada di tengah hutan karena sangat peka dengan keberadaan manusia sehingga dibutuhkan puluhan kamera penjebak untuk memperkirakan keberadaannya. Tak hanya itu, badak hanya mencari calon pasangan kawinnya pada musim kawin yang berlangsung antara Juli hingga November.

Tags: BadakHari Badak SeduniaHewan badakPenyebab badak punahWorld Wide Fund Nature
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
Patung ikonik Desa Dadaprejo Kota Batu ini sempat diprotes karena dianggap vulgar. Saat ini patung pada tahap perbaikan. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dibongkar, Patung Ikonik Desa Wisata Dadaprejo Kota Batu Dianggap Vulgar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID