Permukiman di Bekas Tambang Pasir Berpotensi Ambrol, BPBD Kota Batu Kaji Kekuatan Tanah

  • Bagikan
Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu saat diwawancara oleh awak media, Kamis (17/6/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id –  Wilayah padat permukiman di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu memiliki potensi bencana tanah ambrol. Untuk itu, BPBD Kota Batu berencana akan melakukan kajian kekuatan tanah di permukiman bekas tambang pasir tersebut.

Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut ambrolnya lantai rumah warga sedalam 8 meter, lebar 5 meter dan panjang 5 meter pada Senin (14/6/2021) lalu. Tercatat, di Kelurahan Sisir tersebut telah terjadi tanah ambrol sebanyak 5 kali yang mengakibatkan kerusakan bangunan.

Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu menuturkan, pihaknya telah mendata titik lokasi tanah yang pernah mengalami ambrol di area tersebut. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan kajian kekuatan tanah di Kelurahan Sisir.

“Kita sudah mendata, kedepan memang akan kita kaji karena kondisinya memang sudah seperti itu. Nanti kita akan melakukan kajian kekuatan tanahnya,” ujarnya, Kamis (17/6/2021).

Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu saat diwawancara oleh awak media, Kamis (17/6/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Jatim)
Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu saat diwawancara oleh awak media, Kamis (17/6/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Jatim)

Menurutnya, pihaknya akan melibatkan semua unsur masyarakat untuk melakukan kajian tanah tersebut. Pelibatan semua unsur masyarakat ini diharapkan dapat melengkapi data kajian yang semakin lengkap.

“Salah satunya dengan melibatkan akademisi ahli geofisika. Kami akan minta bantuan akademisi untuk kajian yang lebih maksimal,” ucapnya.

Sementara untuk eksekusi kajian tanah tersebut, nantinya akan dilakukan penyesuaian terhadap situasi dan kondisi dilapangan. Karena lokasi bekas galian pasir di Kelurahan Sisir itu saat ini telah dipadati pemukiman penduduk.

“Kita hanya bisa mengimbau, tidak bisa memaksa. Nantinya kalau kondisi rumahnya masih bagus, kita hanya bisa memberikan informasi potensi bencana yang ada dari hasil kajian ini,” paparnya.

“Dengan demikian, minimal mereka bisa meningkatkan kewaspadaan dan kesiap siagaannya. Jadi kita akan sampaikan potensi kerawanan bencana di wilayah tersebut,” pungkasnya.

  • Bagikan