TUBAN, Tugujatim.id – Suasana pertandingan Persela Lamongan vs Persijap Jepara di Stadion TSC yang awalnya berjalan sengit, berubah mencekam ketika peluit panjang belum juga terdengar pada Selasa (18/02/2025). Hal ini karena bentuk kekecewaan mendalam dari suporter Persela Lamongan yang meledak menjadi aksi anarkis usai menelan kekalahan.
Bahkan, fasilitas stadion tidak luput dari amukan massa yang kecewa melihat tim kesayangannya takluk dari Persijap Jepara dengan skor tipis 1-0.
Baca Juga: Duel Harga Diri! Persela Vs Persijap Tanpa Kata Mundur
Sejak awal pertandingan, duel antara Persela Lamongan vs Persijap Jepara berlangsung ketat. Kedua tim saling menyerang tanpa henti, menciptakan atmosfer panas di atas lapangan.
Namun, petaka menimpa Laskar Joko Tingkir saat kiper mereka melakukan pelanggaran fatal terhadap pemain Persijap di kotak terlarang. Tanpa ragu, wasit langsung mengeluarkan kartu merah, memaksa Persela bermain dengan sepuluh orang.

Kehilangan satu pemain menjadi pukulan telak bagi Persela. Mereka berusaha bertahan, tetapi gempuran pasukan Widodo Cahyono Putro tidak bisa dibendung. Gol tunggal yang dicetak Rosalvo Candido nomor urut 10 ke gawang pengganti Samuel Charlheins pun menjadi penentu kemenangan bagi Persijap.
Suporter Persela Marah Turun ke Lapangan
Tidak terima dengan hasil tersebut, beberapa suporter Persela yang memenuhi tribun mulai menunjukkan aksi frustrasi. Sorakan berubah menjadi lontaran benda-benda ke arah lapangan. Situasi semakin tidak terkendali ketika sejumlah oknum suporter nekat turun ke lapangan, menambah ketegangan yang sudah membara.
Petugas keamanan berusaha meredam situasi, namun suasana yang kian panas membuat pertandingan harus dihentikan sementara di menit ke-79. Upaya mediasi dilakukan untuk menenangkan massa, sementara pemain kedua tim memilih keluar lapangan dengan penjagaan ketat.
Baca Juga: Persela Lamongan di Ujung Tanduk, Misi Hidup Mati demi Tiket Semifinal Liga 2
Kericuhan ini menjadi potret buram dari sepak bola yang seharusnya menjadi ajang hiburan dan sportivitas. Kekalahan memang menyakitkan, tetapi apakah harus dibayar dengan perusakan dan kekacauan?
Kejadian ini menjadi tamparan bagi semua pihak untuk lebih menanamkan semangat fair play dan menghormati hasil pertandingan, seberat apa pun itu. Saat tinggal menunggu hukuman apa yang akan diterima oleh panpel akibat kericuhan dalam pertandingan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati