MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pegadaian Mojokerto mencatatkan pertumbuhan transaksi yang signifikan. Berdasarkan informasi yang diterima, secara keseluruhan pada kuartal pertama tahun 2026, Pegadaian Cabang Mojokerto mencatatkan pertumbuhan sejumlah 19.98% per 31 Mei 2026.
Keterangan dari Pemimpin Cabang Mojokerto, Arri Purnomo menyebutkan bahwa kenaikan ini ditopang dari meningkatnya layanan produk gadai.
“Kenaikan ini disokong dari kenaikan produk gadai dengan catatan kenaikan 19,98% hingga 31 Mei tahun ini,” jelasnya, Jumat (26/06/2026).
Sementara itu, masih dari informasi yang diterima, penyaluran emas di area yang dicover oleh Pegadaian Mojokerto turun 1,84%. Menurut Arri, hal ini terjadi karena beberapa alasan, seperti karena masyarakat masih mempertimbangkan untuk berinvestasi emas.
“Hal itu mengingat harga emas dunia juga turun bila dibandingkan dengan awal bulan Januari 2026 lalu sehingga mereka (masyarakat) masih cenderung wait and see,” urainya.
Selain itu, masyarakat juga cenderung wait and see sebab harga kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Untuk penyaluran produk non gadai (mikro) juga terpantau mengalami penurunan sejumlah 3,37% sebab secara global perekonomian dan daya beli masyarakat menurun sejak awal 2026.
Pegadaian Mojokerto Siapkan Ekspansi ke Jatirejo
Beragam strategi disiapkan pula oleh Pegadaian Mojokerto pada tahun ini. Seperti, memperluas jangkauan pasar dan layanan produk unggulan di Mojokerto Raya. Upaya ini dilakukan salah satunya melalui rencana ekspansi dengan membuka kantor unit layanan baru di daerah selatan Sungai Brantas.
“Rencana ekspansi itu di daerah Jatirejo nanti. Rencana itu bergulir tentu dengan pertimbangan yang telah kami susun sebelumnya,” beber Arri.
Jatirejo Dinilai Punya Potensi Ekonomi Besar
Arri menjelaskan, Jatirejo dipilih setelah melalui kajian yang matang. Wilayah tersebut dinilai memiliki aktivitas ekonomi yang cukup tinggi karena ditopang sektor industri, pertanian, dan perkebunan.
Selain itu, jumlah penduduk di Jatirejo juga tergolong padat, sehingga dinilai memiliki potensi pasar yang besar.
“Selain itu, dari sisi jumlah penduduk, Jatirejo juga padat, selain Mojosari. Untuk itu peluang ini perlu kami maksimalkan terutama agar masyarakat Jatirejo tidak perlu jauh-jauh bila ingin memperoleh akses keuangan dari Pegadaian,” sambung Arri.
Sebagai informasi, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputy yakni Deputy bisnis area Surabaya 1, Deputy bisnis area Surabaya 2, Deputy bisnis area Pemekasan, Deputy Bisnis area Madiun, Deputy Bisnis Area Malang, Deputy Bisnis Area Probolinggo, Deputy Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Mochamad Abdurrochim








