• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Peletakan batu pertama Pesantren Budaya Karanggenting, pada Senin (1/1/2024). Foto: Fajrus Sidiq/Tugu Jatim

Peletakan batu pertama Pesantren Budaya Karanggenting, pada Senin (1/1/2024). Foto: Fajrus Sidiq/Tugu Jatim

Pesantren Budaya Karanggenting, Manunggal Pesantren dengan Rakyat

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
2 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Lesbumi NU Kota Malang bersama Masyarakat Genting Merjosari mendirikan Pesantren Budaya Karanggenting, pada Senin Pahing, 1 Januari 2024. Pesantren itu dicita-citakan menjadi rumah mengaji keislaman, kesenian, dan kebudayaan.

Pesantren Budaya Karanggenting dikelola secara kolaboratif antara pengurus Lesbumi NU Kota Malang dengan masyarakat Genting Merjosari. Konsepnya adalah manunggal pesantren dengan rakyat.

You might also like

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM
Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

11/04/2026 3:25 AM

Pesantren Budaya Karanggenting akan berdiri di atas tanah wakaf seluas 530 meter dari keluarga Hj Tiwik Srijono. Adapun peletakan batu pertama Senin pagi (1/1/2024) dihadiri oleh masyarakat, tokoh masyarakat, ketua-ketua RT, RW, tokoh-tokoh NU, dan sejumlah kiai muda dari beberapa pesantren di Malang.

WhatsApp Image 2024 01 02 at 09.50.31
Peletakan batu pertama Pesantren Budaya Karanggenting, pada Senin (1/1/2024). Foto: Fajrus Sidiq/Tugu Jatim

Ketua Lesbumi NU Kota Malang, Fathul H Panatapraja menyatakan, pada tahap pertama akan dibangun langgar yang berbentuk limasan (rumah Jawa dengan tiang penyangga berjumlah delapan). Langgar tersebut nanti akan menjadi tempat ibadah, mujahadah, dan mengaji.

“Pesantren Budaya Karanggenting akan menjdi tempat belajar ilmu agama, Al-Qur’an, dan kitab kuning, juga berbagai keilmuan dalam beberapa bidang kesenian: musik, sastra, teater, film, seni pertunjukan, dan lainnya. Yang kesemuanya dihadirkan dalam konsep pembauran masyarakat, yaitu manunggalnya pesantren dengan masyarakat, menghilangkan sekat dan batas antara pesantren dan masyarakat,” jelasnya kepada Tugujatim.id.

Fathul menyebut, nama Pesantren Budaya Karanggenting merupakan sematan dari nama lokasi yaitu di wilayah Genting. Hal ini juga sebagai tabarrukan kepada para kiai-kiai zaman dahulu yang menamakan pesantren dengan menyematkan nama lokasi desa. Ada Pondok Pesantren Lirboyo, Ploso, Sidogiri, Langitan (Plang Wetan), Karangmangu (Sarang), Tremas, Tebuireng, dan lainnya.

“Sengaja tidak kami namakan dengan bahasa Arab, karena ini dalam rangka tabarrukan kepada para kiai pendahulu yang membangun pesantren dengan nama kelokalan. Pasti bukan tanpa sengaja para kiai-kiai dahulu menamakan pesantrennya dengan nama lokal daerahnya, bahwa kehadiran pesantren di tengah masyarakat adalah upaya para kiai dalam usaha membersamai masyarakat membangun desa dan sumber daya manusia, dalam bingkai akhlak dan nilai-nilai agama,” pungkasnya.

Reporter: Fajrus Sidiq
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita malangberita Malang hari iniLesbumi NU Kota MalangMalangpesantren budaya karanggenting
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Perjalanan Menuju Pertaubatan

Perjalanan Menuju Pertaubatan

by Dwi Linda
22/02/2026 11:43 AM
0

Oleh: Muhammad Mufid, Cerpenis Difabel di Malang Tugujatim.id - Malam sudah larut dan jalanan Kota Jakarta tampak lengang. Lampu-lampu jalan...

Next Post
Dukungan Pilbup Mojokerto 2024, DPC PKB Kabupaten Mojokerto Masih Wait and See

Dukungan Pilbup Mojokerto 2024, DPC PKB Kabupaten Mojokerto Masih Wait and See

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID