TUBAN, Tugujatim.id – Cuaca peralihan dari kemarau ke penghujan memakan korban jiwa. Petani asal Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban tewas tersambar petir saat hendak pulang dari sawahnya, Rabu (22/10/2025). Korban Imam Sholikin, 31 tahun baru saja menyiapkan lahan untuk musim tanam menyambut datangnya hujan pertama.
Kapolsek Singgahan, Iptu Muhammad Yusuf, menjelaskan kronologi kejadian nahas tersebut. Saat itu, langit mulai mendung dan tanda-tanda hujan semakin jelas terlihat. Imam pun memutuskan buru-buru meninggalkan area persawahan untuk pulang ke rumah.
Namun, petaka datang begitu cepat. Di tengah perjalanan, kilatan petir tiba-tiba menyambar dan menghantam tubuhnya. Warga yang melihat kejadian itu segera mengevakuasi korban dan membawanya pulang ke rumah.
“Korban tersambar petir saat dalam perjalanan pulang dari sawah. Setelah itu, warga langsung membawanya ke rumah,” terang Iptu Yusuf, Kamis (23/10/2025).
Sayangnya, nyawa Imam tidak tertolong. Kedatangan petir yang begitu kuat membuatnya meninggal di lokasi. Pihak keluarga yang diliputi duka mendalam memilih untuk tidak melakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Jenazah korban kemudian dimakamkan di pemakaman umum desa setempat dengan disaksikan keluarga, kerabat, dan warga sekitar.
Atas peristiwa tragis ini, Kapolsek Singgahan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat cuaca mulai tidak bersahabat.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera mencari tempat aman jika terlihat tanda-tanda hujan dan petir. Jangan memaksakan diri tetap berada di area terbuka,” tegasnya.
Musim pancaroba dikenal rawan petir dan angin kencang atau cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi langit sebelum beraktivitas di sawah atau tempat terbuka lainnya, demi menghindari kejadian serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








