MOJOKERTO, Tugujatim.id – Cagar budaya yang baru disahkan Pemkab Mojokerto di antaranya berupa patung maupun prasasti. Selain itu juga struktur bangunan suci kuno seperti Petirtaan Jolotundo di Seloliman, Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Informasi yang digali dari Disbudporapar Kabupaten Mojokerto menjelaskan bahwa Petirtaan Jolotundo terletak di kaki barat Gunung Bekel atau di lereng utara Gunung Penanggungan, Seloliman, Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Selain struktur petirtaan, terdapat pula batu-batu lepas baik bagian petirtaan maupun temuan dari lokasi sekitar Gunung Penanggungan. Selain itu terdapat pula fragmen arca yang dikumpulkan di dalam ruang penyimpanan.
Kondisi Petirtaan Jolotundo terkini ini mengalami ancaman baik dari alam maupun perilaku manusia. Ancaman yang disebabkan oleh ulah manusia meliputi vandalisme, aktivitas naiknya pengunjung pada lantai atas, dan jalur pendakian maupun jalan yang bersinggungan dengan lokasi Petirtaan Jolotundo.
Sementara, ancaman yang bersumber dari alam berupa moss, algae, lichens, dan banyaknya sampah. Selain itu terdapat potensi ancaman lain seperti risiko runtuhnya batuan besar maupun pohon tumbang yang berada di atas tebing tepat di atas petirtaan.
Deskripsi tertua dari sumber tertulis mengenai situs Petirtaan Jalalunda (Jolotundo) adalah uraian dari Prasasti Sukci (929 M) dari era pemerintahan Raja Pu Sindok (929-947 M). Prasasti ini masih berdiri di lereng timur Gunung Penanggungan di wilayah Pasuruan.
Isi prasati tersebut diantaranya menyebutkan pertapaan dan petirtaan di Pawitra (gunung Penanggungan). Selain itu juga diuraikan dalam Kitab Tantu Panggelaran bahwa di lereng barat Pawitra terdapat salah satu kepurbakalaan tertua berangka tahun 899 Saka (977 M) yaitu Pe-tirtha-an Gempeng atau Jalalundar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








