TUBAN, Tugujatim.id – Lantunan selawat dan doa bersama terdengar khidmat dari lantai dua kantor DPC PKB Tuban, Rabu malam (12/11/2025). Suasana penuh haru itu jadi bentuk rasa syukur para kader PKB dan warga Nahdliyin atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk tiga tokoh asal Jawa Timur, yaitu Gus Dur, Syaikhona Muhammad Kholil, dan Marsinah.
Para pengurus DPC PKB, PCNU Tuban, hingga badan otonom NU ikut tasyakuran sederhana itu. Meski digelar dengan suasana santai dan penuh keakraban, makna acara malam itu terasa dalam dan menjadi pengingat akan perjuangan para tokoh besar yang menginspirasi banyak generasi.
Ketua DPC PKB Tuban HM Miyadi tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Di hadapan jamaah, dia menyebut ketiga tokoh itu punya peran besar dalam perjalanan bangsa.
Baca Juga: PKB Tuban Galang Donasi untuk Korban Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
“Syaikhona Muhammad Kholil adalah guru para kiai NU, Gus Dur pendiri PKB dan bapak bangsa, sementara Marsinah pejuang buruh yang berani memperjuangkan keadilan,” ucapnya.
Menurut Miyadi, penetapan gelar Pahlawan Nasional bagi Gus Dur dan Syaikhona Kholil bukan hal yang mengejutkan, karena jasa keduanya sudah diakui luas oleh masyarakat Indonesia.
“Gus Dur berjuang untuk semua golongan, menanamkan nilai kemanusiaan dan toleransi. Begitu juga Syaikhona Kholil yang ilmunya menuntun banyak ulama besar. Ini jadi pengingat bagi kita untuk meneruskan semangat mereka,” ujarnya.
Di momen yang sama, Miyadi juga menyinggung akar sejarah PKB yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) pada 23 Juli 1998.
“PKB ini anak kandung NU. Jadi berkhidmat kepada NU adalah kewajiban moral kami. Caranya lewat jalur politik yang berpihak pada umat,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD ini juga mengingatkan bahwa para pendiri PKB seperti Gus Dur, KH Ilyas Ruchiyat, KH Muchit Muzadi, KH Munasir Ali, hingga KH Mustofa Bisri telah menunjukkan bahwa politik bisa dijalankan dengan adab dan nilai keulamaan.
Tidak hanya mengenang perjuangan para pahlawan, malam tasyakuran itu juga dibalut suasana bahagia karena bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Tuban ke-732.
Gelar Pahlawan Bukti Kontribusi Ulama NU bagi Bangsa Indonesia
Dari barisan tamu undangan, Ketua PCNU Tuban KH Ahmad Damanhuri ikut memberikan refleksi. Kiai Daman, sapaan akrabnya, menyebut, gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur dan Syaikhona Kholil adalah bukti nyata betapa besar kontribusi ulama NU bagi bangsa Indonesia.
“Kami bersyukur, perjuangan mereka diakui negara. Mereka bukan hanya berjuang untuk NU, tapi untuk seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Kiai Daman menambahkan, dengan dua tokoh baru itu, jumlah pahlawan nasional dari kalangan NU kini mencapai 16 orang.
“Dari zaman Syaikhona Kholil, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, sampai Gus Dur, perjuangan para ulama tidak pernah berhenti. Mereka menjaga Indonesia dari masa ke masa,” tambahnya.
Pengasuh Ponpes Al Hadi Tuban ini menutup dengan pesan agar generasi muda NU dan PKB meneladani semangat para tokoh itu, bukan hanya di ranah perjuangan fisik, tapi juga dalam membangun pendidikan, akhlak, dan keadilan sosial.
“Perjuangan hari ini bukan lagi angkat senjata, tapi menjaga nilai-nilai mereka tetap hidup,” ujarnya.
Tasyakuran malam itu pun berakhir dengan lantunan selawat dan doa bersama, meninggalkan rasa hangat dan semangat baru di hati para kader PKB dan warga NU Tuban yang seolah mengingatkan bahwa perjuangan Gus Dur dan para ulama belum usai, hanya berganti generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








