JEMBER, Tugujatim.id – Dua dosen Universitas Jember (Unej) membuat Aplikasi Roompi yang mempermudah proses belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Pintar Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Setidaknya, dua fakultas ikut terlibat dalam mencetuskan Aplikasi Roompi, yakni Dosen sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej, Isti Fadah dan Dosen Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Unej, Yudha Alif Auliya. Keduanya saling bersinergi dan berkolaborasi mencetuskan Aplikasi Roompi melalui kegiatan pengabdian masyarakat.
“Jadi kami ingin bermakna atau berkontribusi terhadap masyarakat,” tegas Isti Fadah pada Rabu (24/7/2024).
Aplikasi Roompi dapat membantu proses belajar di PKBM Rumah Pintar, dengan menghadirkan pembelajaran yang dapat dilakukan secara hybrid. Keberadaan PKBM menjadi penting karena sebagai wadah untuk menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya di Kabupaten Jember yang menjadi salah satu tertinggi di Jawa Timur.
Selain menekan jumlah ATS, PKBM juga membantu menurunkan angka pengangguran, hingga kemiskinan. Program yang lebih akrab dikenal dengan kejar paket itu memungkinkan warga belajar dan mendapatkan ijazah kesetaraan, yang nantinya dapat digunakan sebagai persyaratan bekerja, maupun melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Secara tidak langsung hal tersebut dapat membentuk kemampuan atau skill, daya inovatif, dan kreativitas masyarakat, sehingga dapat meningkatkan daya ekonomi yang lebih baik.
Isti Fadah menjelaskan bahwa aplikasi berbasis mobile tersebut dapat diakses setelah launching pada 24 Juli 2024. Aplikasi Roompi memungkinkan warga belajar dari berbagai daerah untuk bergabung di PKBM Rumah Pintar dan jarak tidak menjadi alasan untuk tidak belajar.
“Aplikasi hybrid itu memungkinkan untuk siswa belajarnya itu tidak hanya dari Karangharjo itu sendiri, tapi bisa dari Kabupaten Jember, bahkan bisa sampai nasional, bisa internasional,” papar Isti Fadah.
Lebih lanjut, Yudha Alif Auliya menjelaskan secara rinci terkait Aplikasi Roompi yang merupakan aplikasi berbasis mobile dan dapat digunakan oleh pengguna android. Aplikasi tersebut memudahkan PKBM dalam menyelenggarakan kegiatan belajar.
“Karena, faktanya pelajar-pelajar di PKBM Rumah Pintar bukan berasa dari satu desa saja, melainkan dari luar itu tadi dan dikonsep Aplikasi Roompi juga ada konsep gamifikasi, dimana untuk merangsang pengguna itu senang menggunakan aplikasi itu sambil belajar,” papar Yudha Alif Auliya.
Kendati demikian, Yudha Alif Auliya menegaskan bahwa aplikasi tersebut tidak menggantikan dua kegiatan besar di PKBM Rumah Pintar, yaitu program kejar paket atau kesetaraan dan program untuk belajar mingguan.
Melalui aplikasi yang telah dibuat, setidaknya dapat meningkatkan kualitas dua kegiatan besar yang ada di PKBM Rumah Pintar dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI). Selain itu, pihaknya juga membuat website desa yang dapat digunakan untuk media publikasi, khususnya terkait potensi yang ada di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Sementara itu, Founder PKBM Rumah Pintar, Samsul Hadi Saputra merespon baik adanya Aplikasi Roompi. Dirinya mengatakan bahwa, sebelumnya telah mencoba melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan platform yang ada.
Akan tetapi Samsul menilai bahwa hal tersebut belum mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran. Sehingga membuat pihaknya harus membuat sendiri dan menyesuaikan kebutuhan di PKBM Rumah Pintar. Oleh karena itu, dirinya sangat antusias terhadap Aplikasi Roompi yang mulai diterapkan pada pembelajaran di semester yang akan datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








