MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kader PKK Mojokerto diminta fokus pada upaya pencegahan pernikahan dini.Ini sesuai dengan arahan dari Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa.
PKK Mojokerto sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan manusia dan keluarga.
Bupati Albarraa meminta seluruh pengurus menyelaraskan program dengan kebijakan daerah, terutama program pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
Bupati Albarraa juga menyinggung soal pernikahan dini yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.
“Pernikahan dini dinilai bisa menimbulkan dampak negatif terhadap psikologis anak, meningkatkan risiko perceraian, serta menambah angka kemiskinan. Saya berharap PKK juga aktif memerangi praktek tersebut melalui edukasi kepada masyarakat,” tandasnya.
Selain itu, Bupati Albarraa mengingatkan kader PKK untuk memperkuat peran keluarga untuk mencegah penyalahgunaan narkotika. Seorang ibu merupakan garda paling depan untuk menjaga anak-anak dari pengaruh lingkungan yang buruk.
“Melalui PKK, perkuat edukasi, pendampingan, serta contoh nyata dalam keluarga. Keluarga yang kuat melahirkan masyarakat yang tangguh dan bermartabat,” urainya.
Tidak lupa, Bupati Albarraa juga menyinggung atas kontribusi PKK dalam penurunan stunting di Kabupaten Mojokerto. Hal ini seturut dengan capaian Dana Insentif Fiskal sebesar Rp6,9 miliar untuk Kabupaten Mojokerto.
Terpisah, Ketua TP PKK Shofiya Hanak Albarraa mengatakan bahwa tantangan zaman terus berkembang. “Namun semangat pengabdian tidak boleh padam. Maka, terus bergerak, berinovasi, dan bekerja sama,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








