MALANG, Tugujatim.id – PLN UP3 Malang menggelar audiensi dengan Balai Besar Pemerintah Desa di Malang guna mensosialisasikan keselamatan ketenagalistrikan serta pemetaan jaringan listrik di wilayah setempat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya pengamanan instalasi listrik guna menciptakan kondisi yang aman dan ramah lingkungan.
Dalam gelaran kali ini, Agung, Manager PLN UP3 Malang, menjelaskan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan. “Keselamatan ketenagalistrikan mencakup upaya pengamanan instalasi dan pemanfaatan tenaga listrik untuk memastikan kondisi yang aman bagi manusia dan lingkungan,” kata Agung, Senin (25/11/24).
Agung juga menjabarkan penyebab pemadaman listrik yang terbagi menjadi dua kategori: pemadaman terencana, yang terjadi akibat pemeliharaan jaringan, dan pemadaman tidak terencana, yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti pohon tumbang, hewan liar, atau benda asing seperti layang-layang dan balon yang mengenai jaringan listrik. Dalam situasi gangguan, sistem pengaman PLN akan memutus aliran listrik untuk mencegah bahaya.
Selain itu, Agung bersama Bayu, Assistant Manager Perencanaan PLN UP3 Malang, juga memperkenalkan aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini bertujuan memudahkan pelanggan untuk memantau status pemadaman dan melakukan laporan terkait gangguan listrik.
“Untuk menghindari pemadaman akibat kontak dengan pohon atau material lain, kami mengimbau agar jaringan PLN dijaga dalam jarak aman minimal 3 meter, dan tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan PLN,” tambah Bayu.
Lebih lanjut, Agung menyoroti bahwa sekitar 70% kebakaran yang terjadi, disebabkan oleh korsleting listrik. Oleh karena itu, ia menghimbau masyarakat untuk tidak mengutak-atik meteran atau MCB secara ilegal, serta untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala.
“Pastikan instalasi listrik aman, jauhkan peralatan listrik dari bahan yang mudah terbakar, dan pasang instalasi sesuai standar yang berlaku,” tegas Agung.
Agus Ruslan, Perencana Ahli Madya Balai Besar Pemerintah Desa, berharap kerjasama ini dapat mempererat hubungan antara PLN dan pemerintah desa.
“Lokasi ini juga berfungsi sebagai gedung diklat untuk perangkat desa di wilayah Indonesia Zona Timur, sehingga sosialisasi ini sangat penting,” ujar Agus.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman tentang keselamatan ketenagalistrikan dan pentingnya kolaborasi antara PLN dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terjaga dari potensi bahaya listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Yona Arianto Anggoro
Editor: Darmadi Sasongko








